WARGA NGELURUK KE DPRD TUNTUT PT SGM

BELASAN warga dari 19 desa, di Kecamatan Paju Epat, Barito Timur (Bartim), mendatangi ­gedung DPRD setempat. Mereka ­meminta difasilitasi ­tuntutan warga dengan PT Sawit Graha Manunggal (SGM) yang ­beroperasi di daerah itu.

Sayangnya, kedatangan ­warga yang ­mengatasnamakan ­petani plasma, yang ­tergabung dalam Koperasi Sumber Usaha Bartim Sawit (SUBS) menuai kekecewaan. Semua anggota dewan tidak berada di tempat.

“Kami sangat kecewa wakil rakyat tidak ada di kantor, padahal kami telah ­mengirim surat ke DPRD meminta difasilitasi pertemuan dengan manajer PT SGM terkait penyelesaian lahan plasma,” kata koordinator lapangan Winetha H, di depan kantor DPRD Bartim, Kamis (30/1).

Keinginan difasilitasi lembaga legislatif karena sejak PT SGM beroperasi 2008 lalu, hanya pernah sekali ­komunikasi terkait pembentukan plasma pada ­Februari 2012, di Balai Desa ­Murutuwu, Paju Epat.

Beberapa waktu lalu ­pihaknya melakukan demo damai. Sehingga warga mendapat kartu anggota ­koperasi plasma serta dibuatkan rekening mandiri per anggota. Anehnya, beberapa rekening tersebut belakangan diblokir pihak ­perusahaan untuk lahan yang dibawah satu hektar dengan alasan yang tidak jelas.

Karena dianggap merugikan warga, maka pihaknya mendatangi DPRD agar dipertemukan dengan ­pimpinan perusahaan. Tuntutan warga yakni, lokasi kebun plasma harus jelas serta ­letaknya harus berada dikebun inti. Sesuai perjanjian awal pihaknya dengan warga anggota plasma pola kemitraan bagi hasil 20% berbanding 80%.

“Karena sampai saat ini kami tidak mengetahui letak kebun plasma yang dijanjikan serta pola bagi hasil 20%/80% tidak jelas,”tegas dia.  Begitupun untuk hasil ­plasma perusahaan diminta transparan, yakni berapa jumlah lahan warga yang telah dikuasai oleh perusahaan, slip pemotongan angsuran kredit diserahkan kepada yang bersangkutan. (UR/B-9)

sumber : http://borneonews.co.id/index.php/kalteng/barito/timur/item/10970-warga-ngeluruk-ke-dprd-tuntut-pt-sgm