MapBiomas 2.0, Kekuatan Melalui Peta dan Data

Sukses dengan peluncuran pertama, MapBiomas koleksi 2.0 diluncurkan lagi tahun ini. Dengan pembaharuan, MapBiomas hadir dengan kekuatan peta dan data tutupan hutan dan lahan di Indonesia.

(25/10) MapBiomas Indonesia meluncurkan koleksi terbarunya bernama MapBiomas 2.0 pada Senin (23/10) lalu di Bali. Peluncuran ini disertai dengan kegiatan talkshow berjudul Dinamika Tutupan Lahan Indonesia 2000-2022, dengan pembicara Timer Manurung selaku Koordinator Mapbiomas Indonesia, Tezzo Azevedo Koordinator Mapbiomas Global Network, Projo Danoedoro Dosen Fakultas Geografi UGM, dan Farwiza Farhan Direktur HAkA Aceh.

MapBiomas 2.0 menyajikan data spasial penggunaan lahan dan tutupan lahan berbasis penginderaan jauh yang terkini, akurat, dan relevan dengan konteks lokal. Sehingga pembaharuan telah dikerjakan di dalamnya.

Jika pada MapBiomas 1.0 hanya menampilkan 10 kelas tutupan lahan untuk periode tahun 2000 – 2019, kini bertambah menjadi 11 dengan periode tahun 2000 – 2022. Memasukan mangrove sebagai kelas baru, semakin melengkapi kelas sebelumnya yaitu hutan, tumbuhan non-hutan, kebun kayu, sawit, pertanian lainnya, tambang, tambak, non-vegetasi lainnya, perairan, dan sawah.

Dalam keterangannya pada talkshow yang disiarkan saluran Youtube Auriga Nusantara, Timer Manurung mengatakan optimis platform ini dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan yang baik pada sektor publik, swasta, dan masyarakat sipil. “MapBiomas dapat mendorong pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan mitigasi perubahan iklim,” ucapnya.

Pengembangan dari MapBiomas ini sendiri dikerjakan oleh 10 organisasi masyarakat sipil di Indonesia, yaitu Auriga Nusantara, Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), Hutan Kita Institut (HaKI) Sumatera Selatan, GENESIS Bengkulu, SAMPAN Kalimantan Barat, Save Our Borneo (SOB) Kalimantan Tengah, Green of Borneo (GOB) Kalimantan Utara, KOMIU Sulawesi Tengah, Manukwar Papua Barat, dan JERAT Papua. Dengan didampingi MapBiomas Brazil dan Woods & Wayside International (WWI).

Sebagai salah satu organisasi yang terlibat dalam pengembangan dan pengerjaan MapBiomas 2.0, SOB juga turut hadir dalam acara peluncurannya di Bali. M. Habibi selaku Direktur Eksekutif menaruh harapan besar terhadap platform ini.

“Saya berharap semoga MapBiomas 2.0 dapat mempermudah masyarakat Indonesia untuk melihat secara langsung kondisi alam Indonesia dan dinamika perubahannya dari waktu ke waktu, di tengah pertumbuhan ekonomi dan perubahan iklim yang terjadi saat ini,” ucap Habibi saat diwawancarai melalui aplikasi pesan pada Selasa (24/10) lalu. Lebih jauh, MapBiomas 2.0 dapat dilihat melalui situs mapbiomas.nusantara.earth. (Nurul/Soraya)

Sebarluaskan :

Recent Post
Donasi Save Our Borneo