{"id":8327,"date":"2024-03-25T06:09:06","date_gmt":"2024-03-25T06:09:06","guid":{"rendered":"https:\/\/saveourborneo.org\/?p=8327"},"modified":"2024-07-16T13:54:09","modified_gmt":"2024-07-16T13:54:09","slug":"di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi\/","title":{"rendered":"Di Jerumbun, Akar Bruta dan Limbah Ulin jadi Kerajinan Tangan Bernilai Ekonomi"},"content":{"rendered":"<p class=\"p3\"><b>Oleh : Siti Aisyah Pratiwi<\/b><\/p>\n<p class=\"p3\">Ia sering dipandang sebelah mata. Sepintas lalu, ia memang terlihat seperti semak belukar tak berguna. Tapi, tumbuhan jenis paku-pakuan (<i>Dicranopteris curranii<\/i>) ini bisa mempunyai nilai ekonomi bagus setelah diolah menjadi kerajinan tangan. Masyarakat lokal di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menyebut tumbuhan ini <i>bruta<\/i>.<\/p>\n<p class=\"p3\">Saya ke Jerumbun, kawasan konservasi hutan FNPF (Friends of the National Park Foundation), di Desa Sekonyer, menjumpai banyak bruta. Ia ada di sepanjang jalan setapak, di bagian lahan yang terbuka terhadap sinar matahari. Di lokasi bekas tambang emas ilegal, yang masih minim tutupan tegakan pohonnya, bruta juga banyak tumbuh.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\">Staf FNPF di Jerumbun tahu cara memanfaatkan bruta itu menjadi kerajinan tangan. Dari tangan terampil seperti Devin (24), Hendri (48), keduanya staf FNPF di Jerumbun, bruta bisa berubah menjadi anyaman berupa cincin atau gelang. Hasil olah tangan mereka, terpampang di etalase produk kerajinan di ruang makan tamu Jerumbun.<\/p>\n<p class=\"p3\">Tentu, tidak sembarang bruta bisa diolah menjadi kerajinan tangan. \u201cYang pasti kita harus ke hutan dulu mencari brutanya. Setelah itu kita jemur, baru dianyam,\u201d ujar Devin.<\/p>\n<p class=\"p3\">Lana (30), staf FNPF lainnya memberi contoh bruta yang layak dijadikan kerajinan tangan. Ia mencarinya hingga ke tengah-tengah kumpulan semak. Ia pilih batang-batang bruta yang panjang dan besar. Bahan-bahan pilihan ini, kemudian dijemur dulu. Setelahnya baru dikupas bagian luarnya untuk memperoleh bagian serat inti bruta yang kokoh, tapi selentur tali. Inilah kemudian bahan yang bisa dianyam.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\">Meski biasa bekerja fisik di lapangan, Devin juga bisa bekerja dengan teliti dan sabar saat menganyam bruta menjadi gelang dan cincin. Jemarinya lincah, tapi presisi dalam merajut anyaman. Hasilnya, sebuah cincin dan gelang bruta berwarna coklat dengan anyaman rapat tersaji.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\">Manajer FNPF, Samsu (40),<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>menceritakan, kerajinan tangan bruta ini inspirasnya datang dari kebiasaan masyarakat adat Dayak di Kotawaringin Barat. Biasanya mereka membuat anyaman simpai (gagang) parang secara sederhana.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\">Ia bilang, orang yang pertama kali membawa ide kerajinan tangan ini bernama Kusnadi. Sosok yang dikenal dengan panggilan Oteh Ikus ini mula-mula memperkenalkan kerajinan tangan bruta pada warga yang tinggal di Tanjung Harapan, Desa Sekonyer. Karena orang-orang Sekonyer di Tanjung Harapan banyak yang bekerja di FNPF, keterampilan ini pun ikut menetap di Jerumbun.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\">Tak hanya bruta. Sisa-sisa potongan kayu ulin pun, bisa jadi kerajinan tangan di Jerumbun. Produknya berupa gantungan kunci atau mata kalung. Yang biasa mereka bikin adalah kerajinan tangan dengan motif orangutan, ikon konservasi Tanjung Puting.<\/p>\n<p class=\"p3\">\u201cBiasanya pahatan yang kami buat itu berbentuk wajah orangutan jantan, yang ada <i>cheekpad<\/i>-nya. <i>Cheekpad<\/i> itu bantalan di pipi orangutan jantan dewasa,\u201d jelas Isam, sapaan hari-hari Samsu.<\/p>\n<p class=\"p3\">FNPF mulai memasarkan produk ekonomi kreatif ini pada 2017. Mereka memajangnya di etalase Jerumbun sebagai produk cendera mata yang bisa dibeli para pengunjung. Namun, menurut Hendri, mereka juga menerima pesanan. Meski begitu, target pasar utama mereka adalah pengunjung yang datang ke Jerumbun.<\/p>\n<p class=\"p3\">\u201cKarna banyak turis yang datang, jadi harganya lumayanlah,\u201d kata Hendri.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\">Ia menyebutkan harga jual produk mereka antara Rp30 ribu sampai Rp100 ribu.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Siti Aisyah Pratiwi Ia sering dipandang sebelah mata. Sepintas lalu, ia memang terlihat seperti semak belukar tak berguna. Tapi, tumbuhan jenis paku-pakuan (Dicranopteris curranii) ini bisa mempunyai nilai ekonomi bagus setelah diolah menjadi kerajinan tangan. Masyarakat lokal di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menyebut tumbuhan ini bruta. Saya ke Jerumbun, kawasan konservasi hutan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8329,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76],"tags":[],"class_list":["post-8327","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jurnalisme-bercerita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v23.2 (Yoast SEO v27.3) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Di Jerumbun, Akar Bruta dan Limbah Ulin jadi Kerajinan Tangan Bernilai Ekonomi | Save Our Borneo<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Di Jerumbun, Akar Bruta dan Limbah Ulin jadi Kerajinan Tangan Bernilai Ekonomi | Save Our Borneo\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh : Siti Aisyah Pratiwi Ia sering dipandang sebelah mata. Sepintas lalu, ia memang terlihat seperti semak belukar tak berguna. Tapi, tumbuhan jenis paku-pakuan (Dicranopteris curranii) ini bisa mempunyai nilai ekonomi bagus setelah diolah menjadi kerajinan tangan. Masyarakat lokal di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menyebut tumbuhan ini bruta. Saya ke Jerumbun, kawasan konservasi hutan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Save Our Borneo\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-03-25T06:09:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-16T13:54:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2024\/03\/Screen-Shot-2024-03-25-at-13.07.26_11zon.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1174\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"746\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"infomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@sobinfomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@sobinfomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"infomedia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"infomedia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1\"},\"headline\":\"Di Jerumbun, Akar Bruta dan Limbah Ulin jadi Kerajinan Tangan Bernilai Ekonomi\",\"datePublished\":\"2024-03-25T06:09:06+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-16T13:54:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi\\\/\"},\"wordCount\":480,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/03\\\/Screen-Shot-2024-03-25-at-13.07.26_11zon.jpg\",\"articleSection\":[\"Jurnalisme Bercerita\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi\\\/\",\"name\":\"Di Jerumbun, Akar Bruta dan Limbah Ulin jadi Kerajinan Tangan Bernilai Ekonomi | Save Our Borneo\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/03\\\/Screen-Shot-2024-03-25-at-13.07.26_11zon.jpg\",\"datePublished\":\"2024-03-25T06:09:06+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-16T13:54:09+00:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/03\\\/Screen-Shot-2024-03-25-at-13.07.26_11zon.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/03\\\/Screen-Shot-2024-03-25-at-13.07.26_11zon.jpg\",\"width\":1174,\"height\":746},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/\",\"name\":\"Save Our Borneo\",\"description\":\"People | Forest | Futures\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#organization\",\"name\":\"Save Our Borneo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/Logo-Baru.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/Logo-Baru.png\",\"width\":300,\"height\":250,\"caption\":\"Save Our Borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/SOBinfomedia\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/sobinfomedia\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/save_our_borneo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@SOBINFOMEDIA\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1\",\"name\":\"infomedia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016\",\"caption\":\"infomedia\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Di Jerumbun, Akar Bruta dan Limbah Ulin jadi Kerajinan Tangan Bernilai Ekonomi | Save Our Borneo","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Di Jerumbun, Akar Bruta dan Limbah Ulin jadi Kerajinan Tangan Bernilai Ekonomi | Save Our Borneo","og_description":"Oleh : Siti Aisyah Pratiwi Ia sering dipandang sebelah mata. Sepintas lalu, ia memang terlihat seperti semak belukar tak berguna. Tapi, tumbuhan jenis paku-pakuan (Dicranopteris curranii) ini bisa mempunyai nilai ekonomi bagus setelah diolah menjadi kerajinan tangan. Masyarakat lokal di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menyebut tumbuhan ini bruta. Saya ke Jerumbun, kawasan konservasi hutan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi\/","og_site_name":"Save Our Borneo","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia","article_published_time":"2024-03-25T06:09:06+00:00","article_modified_time":"2024-07-16T13:54:09+00:00","og_image":[{"width":1174,"height":746,"url":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2024\/03\/Screen-Shot-2024-03-25-at-13.07.26_11zon.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"infomedia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@sobinfomedia","twitter_site":"@sobinfomedia","twitter_misc":{"Written by":"infomedia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi\/"},"author":{"name":"infomedia","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/person\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1"},"headline":"Di Jerumbun, Akar Bruta dan Limbah Ulin jadi Kerajinan Tangan Bernilai Ekonomi","datePublished":"2024-03-25T06:09:06+00:00","dateModified":"2024-07-16T13:54:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi\/"},"wordCount":480,"publisher":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2024\/03\/Screen-Shot-2024-03-25-at-13.07.26_11zon.jpg","articleSection":["Jurnalisme Bercerita"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi\/","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi\/","name":"Di Jerumbun, Akar Bruta dan Limbah Ulin jadi Kerajinan Tangan Bernilai Ekonomi | Save Our Borneo","isPartOf":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2024\/03\/Screen-Shot-2024-03-25-at-13.07.26_11zon.jpg","datePublished":"2024-03-25T06:09:06+00:00","dateModified":"2024-07-16T13:54:09+00:00","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/saveourborneo.org\/di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/di-jerumbun-akar-bruta-dan-limbah-ulin-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-ekonomi\/#primaryimage","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2024\/03\/Screen-Shot-2024-03-25-at-13.07.26_11zon.jpg","contentUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2024\/03\/Screen-Shot-2024-03-25-at-13.07.26_11zon.jpg","width":1174,"height":746},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#website","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/","name":"Save Our Borneo","description":"People | Forest | Futures","publisher":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/saveourborneo.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#organization","name":"Save Our Borneo","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2023\/07\/Logo-Baru.png","contentUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2023\/07\/Logo-Baru.png","width":300,"height":250,"caption":"Save Our Borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia","https:\/\/x.com\/sobinfomedia","https:\/\/www.instagram.com\/save_our_borneo\/","https:\/\/www.youtube.com\/@SOBINFOMEDIA"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/person\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1","name":"infomedia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016","contentUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016","caption":"infomedia"},"sameAs":["https:\/\/saveourborneo.org"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8327","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8327"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8327\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8330,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8327\/revisions\/8330"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8329"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8327"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8327"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8327"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}