{"id":412,"date":"2013-11-11T15:51:18","date_gmt":"2013-11-11T15:51:18","guid":{"rendered":"https:\/\/saveourborneo.org\/?p=412"},"modified":"2024-07-16T13:54:25","modified_gmt":"2024-07-16T13:54:25","slug":"group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting\/","title":{"rendered":"Group BGA Rambah Kawasan Habitat Orangutan di  Tanjung Puting"},"content":{"rendered":"<p>Masuknya perusahaan perkebunan besar swasta (PBS) kelapa sawit ke kawasan penyangga\u00a0<i>(buffer zone)\u00a0<\/i>\u00a0Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) bisa berdampak serius pada komitmen RI pada dunia internasional. \u00a0\u00a0Betapa tidak, pemberian izin di areal ini<br \/>\nkembali mengancam dicabutnya status Cagar Biosfer TNTP ditetapkan\u00a0<i>United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO)<\/i>\u00a0sejak tahun 1977. Selain itu, keseriusan RI dalam komitmen\u00a0<i>Reduction of Emission from Deforestation and Forest Degradation (REDD+)<\/i>\u00a0bakal diragukan. <!--more-->Kawasan itu memang APL tapi tidak serta merta bisa dialihfungsikan menjadi sawit, tetapi kondisi vegetasi hutan di areal tersebut masih bagus dan banyak dihuni orangutan. Meski status areal tersebut menjadi Areal Penggunaan Lain (APL) karena terbitnya SK Menhut No 592 Tahun 2012. Namun kawasan tersebut masih terikat dengan Inpres No 10 Tahun 2011 tentang moratorium penerbitan izin.<br \/>\n&nbsp;<br \/>\nSelain itu, TNTP dan sekitarnya mempunyai sederet status yang menjadi alasan cukup kuat untuk dipertahankan. Selain Cagar Biosfer, TNTP ditetapkan sebagai Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) melalui PP No 4 tahun 2004, Kawasan Strategis Nasional (KSN) melalui PP Nomor 26 tahun 2008, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan Destinasi Pariwisata Nasional (DSN) melalui PP No 50 tahun 2011.<br \/>\n<span style=\"font-size: 1rem; line-height: 1.714285714;\">Hal lainnya, Surat Pembentukan Badan Koordinasi Pengelolaan Cagar Biosfer (BKPCB) Tanjung Puting saat ini sudah diajukan ke Gubernur Kalteng, sehingga tidak serta merta bisa dijadikan sawit.<\/span><br \/>\nMenurut Manajer Friends of the National Parks Foundation (FNPF) Basuki Budi Santoso, mengungkapkan kawasan tersebut merupakan kawasan gambut yang dilindungi peraturan berlapis di berbagai kementerian.<br \/>\nLahan gambut harus dijaga karena mampu mengikat karbon di udara dan menyimpannya menjadi bahan organik berupa bagian dari tumbuhan. Ditambah lagi, Provinsi Kalteng telah ditetapkan pemerintah sebagai provinsi percontohan REDD+ yang otomatis harus menjaga lahan gambutnya.<br \/>\nSementara itu, Bupati Kobar Ujang Iskandar menegaskan rencana masuknya PBS sawit ke Desa Sekonyer sudah seusai aturan. Pemkab Kobar memang telah mengeluarkan izin bagi perusahaan tersebut. \u00a0Namun hal itu belum final. Pasalnya, izin tersebut masih harus diverifikasi dari pusat. Sebab ada bagian yang bisa dikeluarkan izinnya dan ada yang tidak bisa. Selain itu, pihaknya juga telah mengajukan pertimbangan teknis (Pertek) kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut).<br \/>\nIa menegaskan pihaknya tidak anti kritik. Namun diharapkan kritik yang dilontarkan harus disertai dengan solusi. Pemkab Kobar terbuka bagi semua pihak yang ingin berdiskusi mengenai solusi terbaik untuk mensejahterakan masyarakat Desa Sekonyer. Menurutnya, perusahaan tersebut menerapkan 30 persen untuk plasma dan 70 persen untuk inti, selain itu\u00a0<i>track record<\/i>-nya cukup baik bisa bekerjasama dengan masyarakat Kecamatan Kolam (Kotawaringin Lama), itu salah satu pertimbangan kita.<br \/>\nSeperti diketahui, PT. ASMR yang merupakan anak perusahaan Bumitama Gunajaya Agro (BGA) telah melakukan pembukaan lahan dan penanaman sawit sejak bulan April 2013 meskipun hanya mengantongi Izin Lokasi dari Bupati Kotawaringin Barat, Ujang Iskandar nomor 525\/68\/XII\/2012<br \/>\nyang dikeluarkan pada tanggal 19 Desember 2012 lalu seluas 9.276,5 hektar yang berlokasi di Desa Teluk Pulai, Desa Sungai Sekonyer dan Kelurahan Kumai Hilir seberang Kecamatan Kumai.<br \/>\nIronisnya, perusahaan ini bahkan belum mempunyai AMDAL yang merupakan syarat untuk mendapatkan Ijin Lingkungan.\u00a0 Menurut Hermayadi, Kepala Bidang Anailisis Dampak Lingkungan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) AMDAL milik PT ASMR sudah diajukan dan masih dalam proses penyelesaian.\u00a0 Artinya masih belum selesai, karena ada beberapa poin yang masih perlu ditambahkan sehingga harus direvisi.<br \/>\nMenurut PT. ASMR pembukaan lahan di desa Teluk Pulai hanya baru sebatas pembibitan namun berdasarkan info yang diperoleh dan dokumentasi photo yang diterima redaksi, Desa Teluk Pulai setidaknya telah dibuka 250 hektar dan 150 hektarnya telah ditanami kelapa sawit yang telah berumur kurang lebih satu tahun.<br \/>\n&nbsp;<br \/>\nPT. ASMR juga telah memasukkan beberapa ekskavator dan telah membuat kanal \u2013 kanal baru. Pada tahun 1995 Dinas Pekerjaan Umum kabupaten membuat kanal irigasi di desa Teluk Pulai. Kanal irigasi sepanjang 21 kilometer ini juga melalui desa \u2013 desa tetangga Teluk Pulai. Tujuan pembuatan kanal irigasi ini adalah untuk menunjang usaha pertanian di desa \u2013 desa tersebut. Berdasarkan pengamatan FNPF saat ini daerah \u2013 daerah yang dilalui oleh kanal irigasi yang dibangun pemerintah pada tahun 1995 itu sebagian besar telah dikuasai oleh perusahaan \u2013 perusahaan kelapa sawit.<br \/>\nPT ASMR yang merupakan <i>subsidiary company<\/i> dari BGA Group yang merupakan pemasok kelapa sawit bagi Wilmar International Group, grup perusahaan agribisnis yang berkantor pusat di Singapura. Sekitar 70% pasokan minyak kelapa sawit Wilmar Group berasal dari BGA Group dan 30% nya berasal dari BW Plantation [Wirendro Sumargo, Juru Kampanye Minyak Sawit Greenpeace].<br \/>\nBGA Group, sebuah grup perusahaan kelapa sawit yang memiliki 17 anak perusahaan termasuk PT. ASMR yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Dalam laporan tahunan yang dirilis pada tahun 2012 lalu BGA Group mengklaim telah memiliki cadangan lahan seluas 200.000 hektar yang berada di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Riau. Perusahaan ini menargetkan untuk melakukan penanaman kelapa sawit seluas 15.000 hektar tiap tahun.<br \/>\n<img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-height270 wp-image-415 alignleft\" src=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2013\/11\/DSC6398-copy-407x270.jpg\" alt=\"_DSC6398 copy\" width=\"407\" height=\"270\" \/><br \/>\nBGA Group telah menjadi anggota Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO) sejak tahun 2007. Pembukaan lahan kelapa sawit yang telah merusak hutan oleh perusahaan \u2013 perusahaan anggota RSPO membuat asosiasi yang terdiri dari berbagai organisasi \u00a0dari berbagai sektor industri kelapa sawit yang bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan standar global untuk produksi minyak sawit berkelanjutan ini semakin diragukan kelayakannya.<br \/>\nTindakan perusahaan perkebunan seperti yang terjadi di Tanjung Putting ini susah seharusnya menajdia perhatian serius pemerintah daerah dan pusat untuk segera diselesaikan atau dibatalkan, agar jangan semakin mencoreng muka Indonesia di dunia internasional.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masuknya perusahaan perkebunan besar swasta (PBS) kelapa sawit ke kawasan penyangga\u00a0(buffer zone)\u00a0\u00a0Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) bisa berdampak serius pada komitmen RI pada dunia internasional. \u00a0\u00a0Betapa tidak, pemberian izin di areal ini kembali mengancam dicabutnya status Cagar Biosfer TNTP ditetapkan\u00a0United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO)\u00a0sejak tahun 1977. Selain itu, keseriusan RI dalam komitmen\u00a0Reduction [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28,13,19,16],"tags":[],"class_list":["post-412","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bencana-lingkungan","category-deforestation","category-news","category-palm-oil"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v23.2 (Yoast SEO v27.3) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Group BGA Rambah Kawasan Habitat Orangutan di Tanjung Puting | Save Our Borneo<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Group BGA Rambah Kawasan Habitat Orangutan di Tanjung Puting | Save Our Borneo\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Masuknya perusahaan perkebunan besar swasta (PBS) kelapa sawit ke kawasan penyangga\u00a0(buffer zone)\u00a0\u00a0Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) bisa berdampak serius pada komitmen RI pada dunia internasional. \u00a0\u00a0Betapa tidak, pemberian izin di areal ini kembali mengancam dicabutnya status Cagar Biosfer TNTP ditetapkan\u00a0United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO)\u00a0sejak tahun 1977. Selain itu, keseriusan RI dalam komitmen\u00a0Reduction [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Save Our Borneo\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-11-11T15:51:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-16T13:54:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2013\/11\/DSC6398-copy-407x270.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"infomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@sobinfomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@sobinfomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"infomedia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"infomedia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1\"},\"headline\":\"Group BGA Rambah Kawasan Habitat Orangutan di Tanjung Puting\",\"datePublished\":\"2013-11-11T15:51:18+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-16T13:54:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting\\\/\"},\"wordCount\":835,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/11\\\/DSC6398-copy-407x270.jpg\",\"articleSection\":[\"Bencana Lingkungan\",\"Deforestation\",\"News\",\"Oil Palm\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting\\\/\",\"name\":\"Group BGA Rambah Kawasan Habitat Orangutan di Tanjung Puting | Save Our Borneo\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/11\\\/DSC6398-copy-407x270.jpg\",\"datePublished\":\"2013-11-11T15:51:18+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-16T13:54:25+00:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/11\\\/DSC6398-copy-407x270.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/11\\\/DSC6398-copy-407x270.jpg\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/\",\"name\":\"Save Our Borneo\",\"description\":\"People | Forest | Futures\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#organization\",\"name\":\"Save Our Borneo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/Logo-Baru.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/Logo-Baru.png\",\"width\":300,\"height\":250,\"caption\":\"Save Our Borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/SOBinfomedia\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/sobinfomedia\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/save_our_borneo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@SOBINFOMEDIA\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1\",\"name\":\"infomedia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016\",\"caption\":\"infomedia\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Group BGA Rambah Kawasan Habitat Orangutan di Tanjung Puting | Save Our Borneo","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Group BGA Rambah Kawasan Habitat Orangutan di Tanjung Puting | Save Our Borneo","og_description":"Masuknya perusahaan perkebunan besar swasta (PBS) kelapa sawit ke kawasan penyangga\u00a0(buffer zone)\u00a0\u00a0Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) bisa berdampak serius pada komitmen RI pada dunia internasional. \u00a0\u00a0Betapa tidak, pemberian izin di areal ini kembali mengancam dicabutnya status Cagar Biosfer TNTP ditetapkan\u00a0United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO)\u00a0sejak tahun 1977. Selain itu, keseriusan RI dalam komitmen\u00a0Reduction [&hellip;]","og_url":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting\/","og_site_name":"Save Our Borneo","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia","article_published_time":"2013-11-11T15:51:18+00:00","article_modified_time":"2024-07-16T13:54:25+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2013\/11\/DSC6398-copy-407x270.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"infomedia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@sobinfomedia","twitter_site":"@sobinfomedia","twitter_misc":{"Written by":"infomedia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting\/"},"author":{"name":"infomedia","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/person\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1"},"headline":"Group BGA Rambah Kawasan Habitat Orangutan di Tanjung Puting","datePublished":"2013-11-11T15:51:18+00:00","dateModified":"2024-07-16T13:54:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting\/"},"wordCount":835,"publisher":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2013\/11\/DSC6398-copy-407x270.jpg","articleSection":["Bencana Lingkungan","Deforestation","News","Oil Palm"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting\/","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting\/","name":"Group BGA Rambah Kawasan Habitat Orangutan di Tanjung Puting | Save Our Borneo","isPartOf":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2013\/11\/DSC6398-copy-407x270.jpg","datePublished":"2013-11-11T15:51:18+00:00","dateModified":"2024-07-16T13:54:25+00:00","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/saveourborneo.org\/group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/group-bga-rambah-kawasan-habitat-orangutan-di-tanjung-puting\/#primaryimage","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2013\/11\/DSC6398-copy-407x270.jpg","contentUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2013\/11\/DSC6398-copy-407x270.jpg"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#website","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/","name":"Save Our Borneo","description":"People | Forest | Futures","publisher":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/saveourborneo.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#organization","name":"Save Our Borneo","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2023\/07\/Logo-Baru.png","contentUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2023\/07\/Logo-Baru.png","width":300,"height":250,"caption":"Save Our Borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia","https:\/\/x.com\/sobinfomedia","https:\/\/www.instagram.com\/save_our_borneo\/","https:\/\/www.youtube.com\/@SOBINFOMEDIA"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/person\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1","name":"infomedia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016","contentUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016","caption":"infomedia"},"sameAs":["https:\/\/saveourborneo.org"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/412","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=412"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/412\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8567,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/412\/revisions\/8567"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=412"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=412"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=412"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}