{"id":2810,"date":"2020-12-10T10:13:18","date_gmt":"2020-12-10T10:13:18","guid":{"rendered":"https:\/\/saveourborneo.org\/?p=2810"},"modified":"2024-07-16T13:54:13","modified_gmt":"2024-07-16T13:54:13","slug":"pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan\/","title":{"rendered":"PR Besar Pemimpin Borneo, Menjaga atau Menggunduli Hutan"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"2810\" class=\"elementor elementor-2810\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-20c55b2 elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"20c55b2\" data-element_type=\"section\" data-e-type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-5e9b7ded\" data-id=\"5e9b7ded\" data-element_type=\"column\" data-e-type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-24e44874 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"24e44874\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Pekerjaan besar menanti para pemenang pilkada di tanah Borneo. Kerusakan dan kejahatan lingkungan, hingga keberpihakan pada masyarakat adat masih menjadi isu utama yang selama ini dipandang sebelah mata. Pertarungan kali ini bakal menunjukkan pemimpin yang menjaga hutan atau yang menggunduli hutan.<\/p><p>Tahapan pilkada serentak 2020 belum selesai dilaksanakan meski para pemilih sudah menggunakan hak pilihnya pada tanggal 9 Desember 2020 kemarin. Pesta demokrasi sedang berjalan, namun momen ini bukan hanya untuk mencari pemimpin. Bagi pulau Borneo, pilkada selalu menjadi momen untuk mencari pemimpin sekaligus penjaga lingkungan, adat dan budaya yang merupakan kekuatan utama pulau terbesar kedua setelah papua ini, jadi bukan hanya sekadar rutinitas demokrasi semata.<\/p><p>Dari data KataData, terdapat sembilan provinsi yang menyelenggarkan Pilkada 2020, tiga di antaranya provinsi yang memiliki hutan alam seluas 22 kali pulau Bali yang memiliki fungsi lindung dan produksi. Dari tiga provinsi tersebut 2 provinsi berada di Pulau Borneo\/ Kalimantan. Ketiga provinsi tersebut adalah Provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tengah. Sedangkan dari 224 kabupaten\/kota yang menyelenggarakan Pilkada terdapat 10 kabupaten yang memiliki 22,4 persen hutan alam dari seluruh hutan alam yang ada di Indonesia.<\/p><p>Selain itu, dari sembilan provinsi yang ikut dalam pesta demokrasi kali ini memiliki kawasan gambut seluas 13,9 juta hektar atau 64 persen dari total keseluruhan kawasan gambut di Indonesia. Dari data-data itu, bisa disimpulkan bahwa pilkada 2020 ini merupakan pertaruhan besar terhadap keberlangsungan lingkungan, sekali lagi, untuk melindungi hutan dan keseimbangan alam dari eksploitasi.<\/p><p>Di Kalteng,\u00a0Total kawasan lindung ditambah kawasan budidaya luasnya mencapai 15,3 juta hektar. Itu adalah luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, totalnya sama dengan 1,3 kali luas Pulau Jawa.<\/p><figure style=\"width: 1012px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"shrinkToFit\" src=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03272-1024x683.jpg\" alt=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03272-1024x683.jpg\" width=\"1012\" height=\"675\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Perkebunan Sawit di kalimantan (doc. sob)<\/figcaption><\/figure><p>Namun, kenyataannya, hutan di Kalteng sudah digerogoti\u00a0dan dikuasakan ke berbagai\u00a0aktivitas\u00a0industri ekstraktif ; HPH,\u00a0tambang dan sawit.\u00a0Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng mencatat izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Alam, Hutan Tanaman, Restorasi Ekologi, Karbon (IUPHHK-HA\/HT\/RE\/Kar) tahun 2017 hingga saat ini telah ada 91 unit usaha dengan luas mencapai 5,08 juta hektar.<\/p><p>Di sektor tambang, data dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalteng menunjukkan terdapat 303 perusahaan tambang dengan total luas konsesi tambang mencapai 1,8 juta hektar.<\/p><p>Untuk sawit, data dari Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng mencatat terdapat 333 perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan total luas 3,9 juta hektar. Namun, jumlah perusahaan yang beroperasi luasnya hanya 1,13 juta hektar. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Tengah mencatat setidaknya 72 desa masuk dalam kawasan perkebunan kelapa sawit di Kalteng.<\/p><p>Jika ditotal semua perizinan itu luasnya mencapai 11,2 juta hektar baik perusahaan yang sudah beroperasi maupun yang belum. Dari 15,3 juta hektar luas wilayah di Kalteng, 11,2 juta hektar sudah dan bakal dikonversi ke berbagai jenis usaha. Artinya, hanya 4,1 juta hektar atau 1,7 persen sisa lahan di Kalteng merupakan kawasan permukiman juga kebun-kebun masyarakat atau wilayah kelola lainnya.<\/p><p>Mari melangkah ke Kalimantan Selatan.\u00a0Luas Kalimantan Selatan hanya 6,98 persen dari luas Pulau Kalimantan dan 1,96 persen dari luas Indonesia.\u00a0Pertambangan dan penggalian menjadi sumber ekonomi utama.<\/p><p>Meskipun demikian,\u00a0Pada 2014-2018, kontribusi sektor pertambangan dan penggalian rata-rata 22,43 persen. Nilai PDRB Kalsel atas dasar harga berlaku tahun 2018 mencapai Rp 171,69 triliun. Dominasi sektor itu berlanjut hingga 2019, yaitu sebesar 18,71 persen dari nilai PDRB Kalsel yang mencapai Rp 180,74 triliun.<\/p><p>Meskipun peranan pertambangan dan penggalian masih paling besar, kontribusinya mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Jika pada 2014 peranannya masih mencapai 26,93 persen, pada 2019 peranannya\u00a0hanya\u00a0tinggal 18,71 persen, menurun 8,22 persen dalam waktu lima tahun.\u00a0(Kompas,\u00a0Sabtu, 03 Oct 2020).<\/p><p>Hampir sama dengan yang terjadi di Kalimantan Utara, kontribusi sektor pertambangan dan penggalian dalam struktur perekonomian\u00a0Kaltara\u00a0pada 2019 cukup dominan, yakni 26,94 persen. Walaupun begitu, sektor ini hanya menyumbang pertumbuhan ekonomi kedua dengan 1,29 persen, di bawah usaha konstruksi sebesar 1,47 persen.<\/p><p>Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kaltara mencatat, terdapat 83 usaha pertambangan aktif di Kaltara. Meski pertambangan dominan berkontribusi bagi perekonomian, di sisi lain, sektor itu juga menghadirkan ekses penurunan kualitas air yang dikonsumsi warga. Di Malinau, misalnya, pada Juli 2017, warga di hilir Sungai Malinau kesulitan air bersih karena air sungai berangsur keruh.\u00a0(Kompas,\u00a0Senin, 05 Oct 2020).<\/p><figure id=\"attachment_2414\" aria-describedby=\"caption-attachment-2414\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"ls-is-cached lazyloaded wp-image-2414 size-large\" src=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03456-1024x683.jpg\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" srcset=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03456-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03456-300x200.jpg 300w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03456-768x512.jpg 768w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03456-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03456-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03456-830x553.jpg 830w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03456-230x153.jpg 230w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03456-350x233.jpg 350w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03456-480x320.jpg 480w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03456-272x182.jpg 272w\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"683\" data-srcset=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03456-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03456-300x200.jpg 300w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03456-768x512.jpg 768w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03456-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03456-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03456-830x553.jpg 830w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03456-230x153.jpg 230w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03456-350x233.jpg 350w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03456-480x320.jpg 480w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03456-272x182.jpg 272w\" data-src=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03456-1024x683.jpg\" data-sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2414\" class=\"wp-caption-text\">Deforestasi dikawasan hulu untuk industri Sawit (doc. SOB)<\/figcaption><\/figure><p>Dari data yang dihimpun\u00a0<em>Save Our Borneo<\/em>, tiga provinsi itu merupakan provinsi paling terancam deforestasi dengan beberapa indikator, antara lain hutan alam yang berlokasi di kawasan non alam, hutan alam yang lokasinya tidak dilindungi kebijakan penghentian izin baru, hutan alam yang terancam berada di kawasan penggunaan lain, dan hutan alam di izin konsesi. Dari tiga provinsi itu, setidaknya terdapat 2,6 juta hutan alam yang masuk di wilayah konsesi.<\/p><p>Deforestasi itu sudah memberikan dampak buruk pada hari ini seperti banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan, kualitas oksigen menurun, siklus air yang terganggu, hingga hilangnya keanekaragaman hayati. Hal yang benar-benar harus diantisipasi oleh para calon pemipin ketika terpilih. Selama ini cara penanganan menjadi andalan, sedangkan pencegahan dan pelestarian masih jauh dari harapan. Selain itu prektek deforestasi dan alih fungsi Kawasan di Kalimantan kerapkali memunculkan praktek koruptif,\u00a0Koalisi Anti-Mafia Hutan dalam siaran persnya pernah\u00a0menyebutkan korupsi kehutanan oleh praktik\u00a0buruk\u00a0industri\u00a0tambang, kebun dan hutan secara tidak prosedural di Kalimantan sudah mencapai\u00a0Rp 273 triliun,\u00a0Provinsi Kalimantan Tengah\u00a0merupakan yang terbesar, yakni\u00a0mencapai Rp 158 triliun.<\/p><p>Di Kalimantan Tengah, pilkada hanya diikuti oleh dua pasangan calon. Keduanya dalam debat maupun dalam berita di media memiliki visi terkait lingkungan. Namun, terlihat keduanya tidak melihat persoalan lingkungan sebagai sebuah catatan kritis yang harus diperbaiki ke depan.<\/p><p>Keduanya masih mempertimbangankan ekonomi sebagai isu utama. Dari penjelasan di paragraph-paragraf sebelumnya sudah terlihat bagaimana ketergantungan terhadap alam tidak bisa menjadi sumber ekonomi terus-menerus.<\/p><p>Hampir diseluruh wilayah Kalimantan Sumber ekonomi yang paling mudah didapat adalah eksploitasi sumber daya alam.<\/p><p>Penggiat Save Our Borneo Safrudin mengungkapkan, pilkada, baik itu Pilkada Kabupaten \/ Kota maupun Pilkada Provinsi adalah lumrah sebagai ajang umbar janji manis, cari muka dan juga ajang tebar pesona guna mendulang suara para calon Kepala Daerah.<\/p><p>Apa yang bisa diharapkan dari hasil Pilkada yang dalam mendulang suara hanya menonjolkan umbar janji-janji manis dan tebar pesona\u00a0seperti itu kalau bukan untuk memilih\u00a0pimpinan daerah yang punya pesona atau mampu menampilkan pesona wajahnya yang seolah-olah\u00a0sangat pro-rakyat, pro perubahan, pro-lingkungan dan pro-pro lainnya.\u00a0Atau yang lebih ekstrim nya justru akan menimbulkan\u00a0sebuah kekisruhan\u00a0Pilkada [seperti Pilkada\u00a0di Kotawaringin\u00a0Barat\u00a0pada 2010 lalu\u00a0contohnya] yang tidak menghasilkan apa-apa kecuali semakin memperjelas\u00a0<em>borok<\/em>\u00a0dan topeng politik dari pimpinan daerah yang sesungguhnya tidak siap kalah dan hanya siap menang.<\/p><p>Ingat juga kejadian pada tahun 2013\u00a0KPK\u00a0pernah\u00a0membongkar\u00a0kasus\u00a0mafia perkebunan dan pertambangan di KalimantanTengah\u00a0yang sudah menggurita akibat\u00a0praktek KKN\u00a0pejabat dan politikus\u00a0di daerah dan pusat dengan para pengusaha\u00a0busuk, juga pada moment Pilkada. Penangkapan terhadap\u00a0Hambit Bintih (bupati terpilih, meninggal pada 2016), CornelisNalau salah seorang pengusaha,\u00a0dan Chairun\u00a0Nisa\u00a0seorang Anggota DPR RI, mereka\u00a0ditangkap\u00a0terkait sengketa PilkadaKabupaten Gunung Mas\u00a0tahun 2013.\u00a0Cornelis Nalau,\u00a0selaku\u00a0pengusaha perkebunan kelapa sawit yang bertindak sebagai cukong atau\u00a0ATM hidup\u00a0Bupati Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah, Hambit\u00a0Bintih, atas penyuapan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.<\/p><figure id=\"attachment_2408\" aria-describedby=\"caption-attachment-2408\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyloaded wp-image-2408 size-large\" src=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03279-1024x683.jpg\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" srcset=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03279-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03279-300x200.jpg 300w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03279-768x512.jpg 768w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03279-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03279-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03279-830x553.jpg 830w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03279-230x153.jpg 230w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03279-350x233.jpg 350w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03279-480x320.jpg 480w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03279-272x182.jpg 272w\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"683\" data-srcset=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03279-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03279-300x200.jpg 300w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03279-768x512.jpg 768w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03279-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03279-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03279-830x553.jpg 830w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03279-230x153.jpg 230w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03279-350x233.jpg 350w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03279-480x320.jpg 480w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03279-272x182.jpg 272w\" data-src=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03279-1024x683.jpg\" data-sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2408\" class=\"wp-caption-text\">hamparan Kebun Sawit di Kalimantan Tengah (Doc. SOB<\/figcaption><\/figure><p><strong>Visi Lingkungan<\/strong><\/p><p>Kepala Daerah selaku Pimpinan Daerah, baik ditingkat Provinsi ataupun Kabupaten yang terpilih harus memenuhi kreteria utama ; bebas KKN, Anti Korupsi dan berjiwa Demokratis.<\/p><p>Disamping itu, hendaknya berpandangan \u201chijau\u201d yang punya visi pengelolaan lingkungan dan Sumber Daya Alam yang tidak hanya bersifat eksploitatif.\u00a0\u00a0Karena selama ini pimpinan daerah hanya mampu mengeruk SDA saja tanpa berpikiran jauh ke masa depan.<\/p><p>Memang selama ini dalam prakteknya, partai politik dalam melakukan rekrutment terdap calon-calon yang akan di usung hanya untuk\u00a0kepentingan pragmatis jangka pendek\u00a0saja, sepertinya tidak pernah melihat kapasitas calon tersebut dalam mengelola lingkungan dan SDA dengan baik, justru membuka peluang selebar-lebarnya kepada orang yang tidak mampu mengelola lingkungan dan SDA dengan visioner jangka panjang kedepan.<\/p><p>Seperti petuah para tetua dahulu \u201csuatu awal yang buruk pasti akan berakhir dengan kemudaratan (keburukan) bagi semuanya.<\/p><figure id=\"attachment_2416\" aria-describedby=\"caption-attachment-2416\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"lazyloaded wp-image-2416 size-large\" src=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03329-1024x683.jpg\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" srcset=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03329-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03329-300x200.jpg 300w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03329-768x512.jpg 768w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03329-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03329-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03329-830x553.jpg 830w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03329-230x153.jpg 230w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03329-350x233.jpg 350w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03329-480x320.jpg 480w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03329-272x182.jpg 272w\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"683\" data-srcset=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03329-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03329-300x200.jpg 300w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03329-768x512.jpg 768w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03329-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03329-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03329-830x553.jpg 830w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03329-230x153.jpg 230w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03329-350x233.jpg 350w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03329-480x320.jpg 480w, https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03329-272x182.jpg 272w\" data-src=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/12\/DSC03329-1024x683.jpg\" data-sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2416\" class=\"wp-caption-text\">Banjir untuk pertama kalinya terjadi di daerah-daerah hulu kalimantan pada september 2020 Lalu. (Doc. SOB)<\/figcaption><\/figure><p>Apabila calon-calon yang maju dalam Pilkada di daerah-daerah di Kalimantan Tahun ini merupakan sosok yang \u201ctidak ramah lingkungan\u201d dan tidak berpihak kepada rakyat\/ masyarakat Adat atau bahkan justeru lebih berpihak kepada investor busuk, maka sudah seharusnya masyarakat menolaknya dengan tidak memilihnya pada Pilkada yang tetap dilaksanakan ditengah Pandemi Covid-19 ini.<\/p><p>Namun apa mau dibilang. Pilkada sudah berjalan. Sekali lagi, ini adalah pertarungan menjaga hutan atau menggundulinya.\u00a0<strong>(Sfn_508 || Dia_508)<\/strong><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pekerjaan besar menanti para pemenang pilkada di tanah Borneo. Kerusakan dan kejahatan lingkungan, hingga keberpihakan pada masyarakat adat masih menjadi isu utama yang selama ini dipandang sebelah mata. Pertarungan kali ini bakal menunjukkan pemimpin yang menjaga hutan atau yang menggunduli hutan. Tahapan pilkada serentak 2020 belum selesai dilaksanakan meski para pemilih sudah menggunakan hak pilihnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6409,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"class_list":["post-2810","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v23.2 (Yoast SEO v27.3) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>PR Besar Pemimpin Borneo, Menjaga atau Menggunduli Hutan | Save Our Borneo<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"PR Besar Pemimpin Borneo, Menjaga atau Menggunduli Hutan | Save Our Borneo\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pekerjaan besar menanti para pemenang pilkada di tanah Borneo. Kerusakan dan kejahatan lingkungan, hingga keberpihakan pada masyarakat adat masih menjadi isu utama yang selama ini dipandang sebelah mata. Pertarungan kali ini bakal menunjukkan pemimpin yang menjaga hutan atau yang menggunduli hutan. Tahapan pilkada serentak 2020 belum selesai dilaksanakan meski para pemilih sudah menggunakan hak pilihnya [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Save Our Borneo\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-12-10T10:13:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-16T13:54:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2021\/01\/slide1psd-copy.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"756\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"infomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@sobinfomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@sobinfomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"infomedia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"infomedia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1\"},\"headline\":\"PR Besar Pemimpin Borneo, Menjaga atau Menggunduli Hutan\",\"datePublished\":\"2020-12-10T10:13:18+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-16T13:54:13+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan\\\/\"},\"wordCount\":1358,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/01\\\/slide1psd-copy.jpg\",\"articleSection\":[\"News\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan\\\/\",\"name\":\"PR Besar Pemimpin Borneo, Menjaga atau Menggunduli Hutan | Save Our Borneo\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/01\\\/slide1psd-copy.jpg\",\"datePublished\":\"2020-12-10T10:13:18+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-16T13:54:13+00:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/01\\\/slide1psd-copy.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/01\\\/slide1psd-copy.jpg\",\"width\":1500,\"height\":756},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/\",\"name\":\"Save Our Borneo\",\"description\":\"People | Forest | Futures\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#organization\",\"name\":\"Save Our Borneo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/Logo-Baru.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/Logo-Baru.png\",\"width\":300,\"height\":250,\"caption\":\"Save Our Borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/SOBinfomedia\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/sobinfomedia\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/save_our_borneo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@SOBINFOMEDIA\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1\",\"name\":\"infomedia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016\",\"caption\":\"infomedia\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"PR Besar Pemimpin Borneo, Menjaga atau Menggunduli Hutan | Save Our Borneo","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"PR Besar Pemimpin Borneo, Menjaga atau Menggunduli Hutan | Save Our Borneo","og_description":"Pekerjaan besar menanti para pemenang pilkada di tanah Borneo. Kerusakan dan kejahatan lingkungan, hingga keberpihakan pada masyarakat adat masih menjadi isu utama yang selama ini dipandang sebelah mata. Pertarungan kali ini bakal menunjukkan pemimpin yang menjaga hutan atau yang menggunduli hutan. Tahapan pilkada serentak 2020 belum selesai dilaksanakan meski para pemilih sudah menggunakan hak pilihnya [&hellip;]","og_url":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan\/","og_site_name":"Save Our Borneo","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia","article_published_time":"2020-12-10T10:13:18+00:00","article_modified_time":"2024-07-16T13:54:13+00:00","og_image":[{"width":1500,"height":756,"url":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2021\/01\/slide1psd-copy.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"infomedia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@sobinfomedia","twitter_site":"@sobinfomedia","twitter_misc":{"Written by":"infomedia","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan\/"},"author":{"name":"infomedia","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/person\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1"},"headline":"PR Besar Pemimpin Borneo, Menjaga atau Menggunduli Hutan","datePublished":"2020-12-10T10:13:18+00:00","dateModified":"2024-07-16T13:54:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan\/"},"wordCount":1358,"publisher":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2021\/01\/slide1psd-copy.jpg","articleSection":["News"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan\/","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan\/","name":"PR Besar Pemimpin Borneo, Menjaga atau Menggunduli Hutan | Save Our Borneo","isPartOf":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2021\/01\/slide1psd-copy.jpg","datePublished":"2020-12-10T10:13:18+00:00","dateModified":"2024-07-16T13:54:13+00:00","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/saveourborneo.org\/pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/pr-besar-pemimpin-borneo-menjaga-atau-menggunduli-hutan\/#primaryimage","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2021\/01\/slide1psd-copy.jpg","contentUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2021\/01\/slide1psd-copy.jpg","width":1500,"height":756},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#website","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/","name":"Save Our Borneo","description":"People | Forest | Futures","publisher":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/saveourborneo.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#organization","name":"Save Our Borneo","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2023\/07\/Logo-Baru.png","contentUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2023\/07\/Logo-Baru.png","width":300,"height":250,"caption":"Save Our Borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia","https:\/\/x.com\/sobinfomedia","https:\/\/www.instagram.com\/save_our_borneo\/","https:\/\/www.youtube.com\/@SOBINFOMEDIA"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/person\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1","name":"infomedia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016","contentUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016","caption":"infomedia"},"sameAs":["https:\/\/saveourborneo.org"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2810","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2810"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2810\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8439,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2810\/revisions\/8439"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6409"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2810"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2810"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2810"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}