{"id":2465,"date":"2021-01-05T10:00:06","date_gmt":"2021-01-05T10:00:06","guid":{"rendered":"https:\/\/saveourborneo.org\/?p=2465"},"modified":"2024-07-16T13:54:13","modified_gmt":"2024-07-16T13:54:13","slug":"tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau\/","title":{"rendered":"Tak Kunjung Berikan Pengakuan, Masyarakat Adat Kinipan Menggugat Bupati Lamandau"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Masyarakat Adat Kinipan menggugat Bupati Kabupaten Lamandau karena dianggap tak kunjung memberikan pengakuan atas keberadaan mereka sebagai Kesatuan Masyarakat Hukum Adat yang eksis. Gugatan ini mereka sampaikan melalui Koalisi Keadilan untuk Kinipan ke Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Palangka Raya guna mendesak Bupati membentuk Panitia Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat Kabupaten Lamandau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(05\/01\/21) Melalui Koalisi Keadilan untuk Kinipan, gugatan Masyarakat Adat Kinipan ini dilayangkan kemarin (04\/01\/21) ke PTUN Palangka Raya. Dalam gugatan ini Masyarakat Adat Kinipan mendesak Bupati Lamandau untuk menaati Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 52 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pengakuan Dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sehari setelah pendaftaran gugatan, hari ini, secara tatap muka langsung dan pertemuan <em>online<\/em>, pihak Koalisi mengadakan konferensi pers yang terbuka tidak hanya bagi awak media tetapi juga umum. Aryo Nugroho, sebagai salah satu Penasehat Hukum (PH) menyampaikan latar belakang kenapa Masyarakat Adat Kinipan menggugat Bupati Lamandau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aryo menerangkan bahwa sebelumnya masyarakat telah menyampaikan surat permohonan kepada Bupati Lamandau perihal pemberian pengakuan sebagai Masyarakat Adat kepada Masyarakat\u00a0 Kinipan pada 4 Desember 2020 lalu. Namun, tidak ada tanggapan ataupun tindakan baik dari Pemerintah Daerah maupun Bupati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSesuai dengan mekanisme hukum yang ada, jika 10 hari setelah permohonan pejabat berwenang tidak memberikan tanggapan maupun Tindakan atas permohonan tersebut, maka pemohon bisa meminta penetapan ke Pengadilan,\u201d kata Aryo. Ia juga menambahkan bahwa saat ini masyarakat sedang menanti kapan jadwal persidangan akan dilaksanakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mendukung pernyataan rekannya, Parlin B. Hutabarat selaku PH juga menyampaikan bahwa pihak Koalisi dan Masyarakat Kinipan telah mempersiapkan langkah-langkah strategis terkait apapun hasil yang akan mereka terima nantinya. Terutama, pihaknya ingin mendesak Bupati Lamandau agar segera bertindak membentuk Panitia Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Lamandau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau dikabulkan artinya tahapan-tahapan untuk memberikan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat yang sesuai Permendagri No 52 Tahun 2014 itu harus segera dilakukan Bupati. Sebaliknya, kalau ditolak kita akan lakukan uji materi terkait Permendagri No 52 Tahun 2014 ini, karena artinya telah dijadikan alat saja untuk menyandera Masyarakat Adat,\u201d kata Parlin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, Direktur <em>Save Our Borneo<\/em>, Safrudin, sebagai anggota Koalisi juga mengungkapkan bahwa upaya ini adalah bentuk ekspresi kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah daerahnya. \u201cMasalahnya sampai hari ini tidak ada tindakan dari Bupati Lamandau untuk memberikan pengakuan dan perlindungan terhadap eksistensi masyarakat hukum adat disana sehingga Bupati ini dinilai abai dan mengecewakan masyarakat, pengakuan yang tak kunjung diberikan oleh Pemerintah Daerah, dalam hal ini Pemda Lamandau itu menjadi kendala bagi masyarakat Adat Laman Kinipan untuk mendapatkan Penegakuan Pengelolaan Hutan Adat yang menjadi kewenangan Pusat dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sementara kegiatan Deforestasi di wilayah Adat Laman Kinipan\u00a0 terus dilakukan oleh perusahaan sawit disana \u201d katanya.<\/p>\n<p>Ferdi, Ketua Badan Pengurus Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, juga menambahkan bahwa salah satu harapan terbesar dari gugatan ini adalah akan adanya pengakuan untuk Masyarakat Adat, tidak hanya di Kinipan tetapi seluruh Masyarakat Adat yang ada di Lamandau. \u201cHarapannya kertika Panitia Pengakuan Masyarakat Adat itu terbentuk di Lamandau, seluruh Masyarakat Adat bisa diakui keberadaannya,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Walhi Kalimantan Tengah. \u201cKita berharap gugatan ini sebagai langkah stategis yang bisa didorong bersama dan memicu Masyarakat Adat lainnya untuk memperjuangkan pengakuan mereka,\u201dtutup Dimas. <strong>(PIN_508)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tonton juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=z7cmrELTxvY\">The hope of the Kinipan Indigenous Forest Guardians<\/a><strong><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><iframe title=\"The hope of the Kinipan Indigenous Forest Guardians #1  (Asa #1 H A K Hutan Adat Kinipan)\" width=\"800\" height=\"450\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/z7cmrELTxvY?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masyarakat Adat Kinipan menggugat Bupati Kabupaten Lamandau karena dianggap tak kunjung memberikan pengakuan atas keberadaan mereka sebagai Kesatuan Masyarakat Hukum Adat yang eksis. Gugatan ini mereka sampaikan melalui Koalisi Keadilan untuk Kinipan ke Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Palangka Raya guna mendesak Bupati membentuk Panitia Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat Kabupaten Lamandau. (05\/01\/21) Melalui Koalisi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2404,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"class_list":["post-2465","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v23.2 (Yoast SEO v27.3) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Tak Kunjung Berikan Pengakuan, Masyarakat Adat Kinipan Menggugat Bupati Lamandau | Save Our Borneo<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tak Kunjung Berikan Pengakuan, Masyarakat Adat Kinipan Menggugat Bupati Lamandau | Save Our Borneo\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Masyarakat Adat Kinipan menggugat Bupati Kabupaten Lamandau karena dianggap tak kunjung memberikan pengakuan atas keberadaan mereka sebagai Kesatuan Masyarakat Hukum Adat yang eksis. Gugatan ini mereka sampaikan melalui Koalisi Keadilan untuk Kinipan ke Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Palangka Raya guna mendesak Bupati membentuk Panitia Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat Kabupaten Lamandau. (05\/01\/21) Melalui Koalisi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Save Our Borneo\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-01-05T10:00:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-16T13:54:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2021\/01\/P1073414.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1606\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"902\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"infomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@sobinfomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@sobinfomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"infomedia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"infomedia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1\"},\"headline\":\"Tak Kunjung Berikan Pengakuan, Masyarakat Adat Kinipan Menggugat Bupati Lamandau\",\"datePublished\":\"2021-01-05T10:00:06+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-16T13:54:13+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau\\\/\"},\"wordCount\":530,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/01\\\/P1073414.jpg\",\"articleSection\":[\"News\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau\\\/\",\"name\":\"Tak Kunjung Berikan Pengakuan, Masyarakat Adat Kinipan Menggugat Bupati Lamandau | Save Our Borneo\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/01\\\/P1073414.jpg\",\"datePublished\":\"2021-01-05T10:00:06+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-16T13:54:13+00:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/01\\\/P1073414.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/01\\\/P1073414.jpg\",\"width\":1606,\"height\":902,\"caption\":\"Koalisi Keadilan untuk Kinipan dan Kuasa Hukum Masyarakat Laman Kinipan saat Konferensi Pers\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/\",\"name\":\"Save Our Borneo\",\"description\":\"People | Forest | Futures\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#organization\",\"name\":\"Save Our Borneo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/Logo-Baru.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/Logo-Baru.png\",\"width\":300,\"height\":250,\"caption\":\"Save Our Borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/SOBinfomedia\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/sobinfomedia\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/save_our_borneo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@SOBINFOMEDIA\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1\",\"name\":\"infomedia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016\",\"caption\":\"infomedia\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tak Kunjung Berikan Pengakuan, Masyarakat Adat Kinipan Menggugat Bupati Lamandau | Save Our Borneo","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tak Kunjung Berikan Pengakuan, Masyarakat Adat Kinipan Menggugat Bupati Lamandau | Save Our Borneo","og_description":"Masyarakat Adat Kinipan menggugat Bupati Kabupaten Lamandau karena dianggap tak kunjung memberikan pengakuan atas keberadaan mereka sebagai Kesatuan Masyarakat Hukum Adat yang eksis. Gugatan ini mereka sampaikan melalui Koalisi Keadilan untuk Kinipan ke Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Palangka Raya guna mendesak Bupati membentuk Panitia Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat Kabupaten Lamandau. (05\/01\/21) Melalui Koalisi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau\/","og_site_name":"Save Our Borneo","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia","article_published_time":"2021-01-05T10:00:06+00:00","article_modified_time":"2024-07-16T13:54:13+00:00","og_image":[{"width":1606,"height":902,"url":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2021\/01\/P1073414.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"infomedia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@sobinfomedia","twitter_site":"@sobinfomedia","twitter_misc":{"Written by":"infomedia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau\/"},"author":{"name":"infomedia","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/person\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1"},"headline":"Tak Kunjung Berikan Pengakuan, Masyarakat Adat Kinipan Menggugat Bupati Lamandau","datePublished":"2021-01-05T10:00:06+00:00","dateModified":"2024-07-16T13:54:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau\/"},"wordCount":530,"publisher":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2021\/01\/P1073414.jpg","articleSection":["News"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau\/","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau\/","name":"Tak Kunjung Berikan Pengakuan, Masyarakat Adat Kinipan Menggugat Bupati Lamandau | Save Our Borneo","isPartOf":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2021\/01\/P1073414.jpg","datePublished":"2021-01-05T10:00:06+00:00","dateModified":"2024-07-16T13:54:13+00:00","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/saveourborneo.org\/tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/tak-kunjung-berikan-pengakuan-masyarakat-adat-kinipan-menggugat-bupati-lamandau\/#primaryimage","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2021\/01\/P1073414.jpg","contentUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2021\/01\/P1073414.jpg","width":1606,"height":902,"caption":"Koalisi Keadilan untuk Kinipan dan Kuasa Hukum Masyarakat Laman Kinipan saat Konferensi Pers"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#website","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/","name":"Save Our Borneo","description":"People | Forest | Futures","publisher":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/saveourborneo.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#organization","name":"Save Our Borneo","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2023\/07\/Logo-Baru.png","contentUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2023\/07\/Logo-Baru.png","width":300,"height":250,"caption":"Save Our Borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia","https:\/\/x.com\/sobinfomedia","https:\/\/www.instagram.com\/save_our_borneo\/","https:\/\/www.youtube.com\/@SOBINFOMEDIA"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/person\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1","name":"infomedia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016","contentUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016","caption":"infomedia"},"sameAs":["https:\/\/saveourborneo.org"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2465","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2465"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2465\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8438,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2465\/revisions\/8438"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2404"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2465"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2465"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2465"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}