{"id":2210,"date":"2020-05-16T02:01:09","date_gmt":"2020-05-16T02:01:09","guid":{"rendered":"https:\/\/saveourborneo.org\/?p=2210"},"modified":"2024-07-16T13:54:14","modified_gmt":"2024-07-16T13:54:14","slug":"saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan\/","title":{"rendered":"Saksi Ahli: \u201cSelesaikan Dahulu Masalah Kepemilikan Lahan\u201d"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_2211\" aria-describedby=\"caption-attachment-2211\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/05\/Sidang-Ke-7.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2211 size-large\" src=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/05\/Sidang-Ke-7-1024x638.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"638\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-2211\" class=\"wp-caption-text\">PH Pendamping Sidang Ke-Tujuh kasus (kriminalisasi) 3 Pejuang Lingkungan dan Agraria Desa Penyang<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Dalam keterangannya, saksi ahli pidana dalam kasus James Watt dan Dilik, Pejuang Lingkungan dan Agraria Desa Penyang, menilai klarifikasi terhadap kepemilikan lahan adalah hal utama yang seharusnya dilakukan terlebih dahulu. Penyelesaiannya bukan dalam ranah pidana tetapi perdata.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli yang pertama bagi terdakwa James Watt dan Dilik dilaksanakan masih dengan metode konferensi video. Meski para pihak berada di lokasi terpisah-pisah, tetapi persidangan yang ketujuh kalinya ini berjalan dengan lancar pada hari Jum`at (15\/05).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saksi ahli pidana, Anugerah Rizki Akbari, SH., M.Sc, Ketua Bidang Studi Hukum Pidana Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jantera dihadirkan oleh Penasehat Hukum (PH) dalam persidangan. Menyusul pada hari Senin (18\/05) nanti, dua orang saksi ahli yang masing-masing membidangi Agraria dan Administrasi Negara juga akan dihadirkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di dalam persidangan, saksi ahli menjelaskan tentang alasan kenapa seseorang bisa dipidana dan dikenakan Pasal 55 KUHPidana tentang penyertaan dalam tindak pidana. \u201cJadi ada dua unsur untuk bisa dipidana. Pertama, punya kesalahan dan kedua adalah perbuatannya harus memiliki sifat melawan hukum,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau kemudian dalam dakwaan jaksa menyebutkan secara spesifik, contohnya pelaku membujuk, menyuruh, atau dia turut serta, tetapi dalam kenyataannya perbuatan itu tidak terjadi. Artinya, jaksa tidak bisa membuktikan Pasal 55 itu benar. Maka terdakwa harus dibebaskan,\u201d katanya lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sehubungan dengan kasus James Watt dan Dilik, mereka dikenakan dua pasal oleh Jaksa Penuntut Umun (JPU). Keduanya itu adalah pasal 107 Undang-Undang (UU) Perkebunan dan Pasal 362 KHUPidana pencurian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Rizki, tuduhan pencurian yang didakwakan terhadap para terdakwa belum bisa dibuktikan. Begitu pun dengan pelanggaran yang mereka lakukan terkait dalam Pasal 107 UU Perkebunan. Sebab, belum ada kejelasan tentang status kepemilikan lahan seluas 117 hektar tersebut.<\/p>\n<p><figure id=\"attachment_2216\" aria-describedby=\"caption-attachment-2216\" style=\"width: 720px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/05\/500001900051_114331.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-2216 size-full\" src=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/05\/500001900051_114331.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"960\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-2216\" class=\"wp-caption-text\">Photo 2 : Peta lokasi lahan Bermasalah ( Bersengketa dengan Warga Penyang dan di luar HGU ) PT. HMBP. Dari Keterangan warga lahan ini telah diperjuangkan sejak tahun 2005 karena Perusahaan telah melakukan penggarapan tanpa seijin dan sepengetahuan mereka, dulunya lahan ini berupa lahan garapan warga yang telah ditanami berbagai komoditi karet, rotan dan buah-buahan. (dok. Warga Penyang saat olah TKP pemanenan)<\/figcaption><\/figure><br \/>\nApalagi, jika terbukti bahwa lahan yang disengketakan tersebut telah diserahkan oleh PT. Hamparan Masawit Bangun Persada (PT. HMBP) kepada warga Penyang. Serta, status lahannya yang ternyata berada di luar Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAda masalah kepemilikan yang perlu diklarifikasi terlebih dahulu. Walaupun memang betul perusahaan yang menanam kelapa sawit di atas lahan itu. Tetapi kalau lahan telah dikuasai oleh warga, maka artinya perusahaanlah yang melanggar hukum,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, ia mendorong seharusnya kasus ini diselesaikan dalam ranah perdata yang lebih menyoroti tentang sengketa lahan antar warga Penyang dan PT. HMBP. \u201cPersoalan ini membutuhkan penyelesaian di yudisial yang lain, yaitu pada konteks keperdataan,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menanggapi itu, Bama Adiyanto, SH, PH terdakwa merasa kasus ini semakin jelas. \u201cPertama, unsur pencurian dalam dakwaan tidak terpenuhi. Karena saat penangkapan, lokasi atau barang yang disengketakan dalam penguasaan terdakwa. Riwayat kepemilikan lahannya juga jelas milik mereka. Hal ini mematahkan unsur melawan hak,\u201d katanya antusias.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di samping itu, Muhammad Habibi dari <em>Save Our Borneo<\/em>, salah satu anggota Koalisi Keadilan untuk Pejuang Lingkungan dan Agraria Desa Penyang juga menganggap baik sidang yang dilaksanakan hari itu. \u201cMajelis Hakim (MH), JPU, dan PH jadi bisa memahami kasus lebih terang,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKarena ini kan awalnya konflik agraria. Sehingga kalau dilihat dari pidana, kita jadi tahu bagaimana sebenarnya posisinya. Meskipun, pada akhirnya JPU akan tetap pada tuntutannya. Namun, setidaknya MH bisa membuat keputusan dengan seadil-adilnya,\u201d harapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karenanya, kesempatan yang diberikan oleh MH untuk menghadirkan dua orang saksi ahli lagi pada persidangan berikutnya adalah sangat berharga. Tentu saja harapan terbesar agar James Watt dan Dilik dapat segera bebas dan keadilan pun menang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam keterangannya, saksi ahli pidana dalam kasus James Watt dan Dilik, Pejuang Lingkungan dan Agraria Desa Penyang, menilai klarifikasi terhadap kepemilikan lahan adalah hal utama yang seharusnya dilakukan terlebih dahulu. Penyelesaiannya bukan dalam ranah pidana tetapi perdata. Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli yang pertama bagi terdakwa James Watt dan Dilik dilaksanakan masih dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2212,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12,29,13,42,20,19,16],"tags":[50,37,51,52,53,54,55,56,57,58,59,60,45,46],"class_list":["post-2210","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-community-struggle-2","category-criminalization","category-deforestation","category-konflik","category-land-grabbing-2","category-news","category-palm-oil","tag-borneo","tag-dayak","tag-dilik","tag-hermanus","tag-james-watt","tag-kasus-penyang","tag-konsesi-bermasalah","tag-kotim","tag-kriminalisasi","tag-penyang","tag-pt-hmbp","tag-sampit","tag-save-our-borneo","tag-sawit"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v23.2 (Yoast SEO v27.3) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Saksi Ahli: \u201cSelesaikan Dahulu Masalah Kepemilikan Lahan\u201d | Save Our Borneo<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Saksi Ahli: \u201cSelesaikan Dahulu Masalah Kepemilikan Lahan\u201d | Save Our Borneo\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam keterangannya, saksi ahli pidana dalam kasus James Watt dan Dilik, Pejuang Lingkungan dan Agraria Desa Penyang, menilai klarifikasi terhadap kepemilikan lahan adalah hal utama yang seharusnya dilakukan terlebih dahulu. Penyelesaiannya bukan dalam ranah pidana tetapi perdata. Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli yang pertama bagi terdakwa James Watt dan Dilik dilaksanakan masih dengan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Save Our Borneo\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-05-16T02:01:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-16T13:54:14+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"infomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@sobinfomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@sobinfomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"infomedia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"infomedia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1\"},\"headline\":\"Saksi Ahli: \u201cSelesaikan Dahulu Masalah Kepemilikan Lahan\u201d\",\"datePublished\":\"2020-05-16T02:01:09+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-16T13:54:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan\\\/\"},\"wordCount\":613,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"keywords\":[\"borneo\",\"dayak\",\"Dilik\",\"Hermanus\",\"James Watt\",\"kasus Penyang\",\"konsesi bermasalah\",\"kotim\",\"Kriminalisasi\",\"Penyang\",\"PT HMBP\",\"Sampit\",\"Save Our Borneo\",\"Sawit\"],\"articleSection\":[\"Community Struggle\",\"Criminalization\",\"Deforestation\",\"Konflik\",\"Land Grabbing\",\"News\",\"Oil Palm\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan\\\/\",\"name\":\"Saksi Ahli: \u201cSelesaikan Dahulu Masalah Kepemilikan Lahan\u201d | Save Our Borneo\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2020-05-16T02:01:09+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-16T13:54:14+00:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/\",\"name\":\"Save Our Borneo\",\"description\":\"People | Forest | Futures\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#organization\",\"name\":\"Save Our Borneo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/Logo-Baru.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/Logo-Baru.png\",\"width\":300,\"height\":250,\"caption\":\"Save Our Borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/SOBinfomedia\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/sobinfomedia\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/save_our_borneo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@SOBINFOMEDIA\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1\",\"name\":\"infomedia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1777358663\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1777358663\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1777358663\",\"caption\":\"infomedia\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Saksi Ahli: \u201cSelesaikan Dahulu Masalah Kepemilikan Lahan\u201d | Save Our Borneo","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Saksi Ahli: \u201cSelesaikan Dahulu Masalah Kepemilikan Lahan\u201d | Save Our Borneo","og_description":"Dalam keterangannya, saksi ahli pidana dalam kasus James Watt dan Dilik, Pejuang Lingkungan dan Agraria Desa Penyang, menilai klarifikasi terhadap kepemilikan lahan adalah hal utama yang seharusnya dilakukan terlebih dahulu. Penyelesaiannya bukan dalam ranah pidana tetapi perdata. Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli yang pertama bagi terdakwa James Watt dan Dilik dilaksanakan masih dengan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan\/","og_site_name":"Save Our Borneo","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia","article_published_time":"2020-05-16T02:01:09+00:00","article_modified_time":"2024-07-16T13:54:14+00:00","author":"infomedia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@sobinfomedia","twitter_site":"@sobinfomedia","twitter_misc":{"Written by":"infomedia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan\/"},"author":{"name":"infomedia","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/person\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1"},"headline":"Saksi Ahli: \u201cSelesaikan Dahulu Masalah Kepemilikan Lahan\u201d","datePublished":"2020-05-16T02:01:09+00:00","dateModified":"2024-07-16T13:54:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan\/"},"wordCount":613,"publisher":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","keywords":["borneo","dayak","Dilik","Hermanus","James Watt","kasus Penyang","konsesi bermasalah","kotim","Kriminalisasi","Penyang","PT HMBP","Sampit","Save Our Borneo","Sawit"],"articleSection":["Community Struggle","Criminalization","Deforestation","Konflik","Land Grabbing","News","Oil Palm"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan\/","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan\/","name":"Saksi Ahli: \u201cSelesaikan Dahulu Masalah Kepemilikan Lahan\u201d | Save Our Borneo","isPartOf":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2020-05-16T02:01:09+00:00","dateModified":"2024-07-16T13:54:14+00:00","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/saveourborneo.org\/saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/saksi-ahli-selesaikan-dahulu-masalah-kepemilikan-lahan\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#website","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/","name":"Save Our Borneo","description":"People | Forest | Futures","publisher":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/saveourborneo.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#organization","name":"Save Our Borneo","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2023\/07\/Logo-Baru.png","contentUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2023\/07\/Logo-Baru.png","width":300,"height":250,"caption":"Save Our Borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia","https:\/\/x.com\/sobinfomedia","https:\/\/www.instagram.com\/save_our_borneo\/","https:\/\/www.youtube.com\/@SOBINFOMEDIA"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/person\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1","name":"infomedia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1777358663","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1777358663","contentUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1777358663","caption":"infomedia"},"sameAs":["https:\/\/saveourborneo.org"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2210","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2210"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2210\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8454,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2210\/revisions\/8454"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2210"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2210"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2210"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}