{"id":2138,"date":"2020-04-20T12:10:20","date_gmt":"2020-04-20T12:10:20","guid":{"rendered":"https:\/\/saveourborneo.org\/?p=2138"},"modified":"2024-07-16T13:54:16","modified_gmt":"2024-07-16T13:54:16","slug":"jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang\/","title":{"rendered":"JPU Tidak Membantah Eksespi Pejuang Agraria Dan Lingkungan Desa Penyang"},"content":{"rendered":"<div>\n<figure id=\"attachment_2145\" aria-describedby=\"caption-attachment-2145\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/04\/photo_2020-04-20-21.53.18.jpeg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2145 size-large\" src=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/04\/photo_2020-04-20-21.53.18-1024x760.jpeg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"760\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-2145\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sidang ketiga perkara pidana tiga Pejuang Agraria dan Lingkungan desa Penyang dari Polres Kotim (20\/04\/2020) doc. Save Our Borneo<\/em><\/figcaption><\/figure><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em style=\"text-align: justify; font-family: 'Source Sans Pro', sans-serif;\">Sidang perkara pidana Pejuang Agraria dan Lingkungan Desa Penyang kembali digelar di Pegadilan Negeri Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Tidak bisa membantah eksepsi terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) beralasan hal tersebut telah masuk dalam pokok perkara.\u00a0<\/em><\/p>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pada hari Senin (20\/04) ini, sidang ketiga untuk Pejuang Agraria dan Lingkungan Desa Penyang atas nama James Watt, Dilik, dan Hermanus kembali digelar. Adapun agendanya adalah mendengarkan tanggapan JPU terhadap eksepsi Penasihat Hukum (PH) terdakwa pada Senin lalu (13\/04).<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dalam eksepsinya minggu lalu, tim PH terdakwa menganggap surat dakwaan pertama JPU tidak cermat dan tidak jelas. Sebab, JPU tidak menguraikan keabsahan kepemilikan PT. Hamparan Masawit Bangun Persada (HMBP) atas Tandan Buah Segar (TBS) kepala sawit seberat 4,33 ton.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Namun, dalam tanggapannya hari ini JPU beralasan bahwa tidak relevan bagi mereka untuk menanggapi eksepsi tersebut. Karena hal tersebut sudah masuk dalam pokok perkara.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Menanggapi hal itu, penasihat hukum ketiga terdakwa memandang JPU tidak menguasai betul apa yang menjadi akar permasalahan pada kasus ini. Sehingga, pernyataan JPU seharusnya dapat menjadi bahan pertimbangan di persidangan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKarena JPU tidak mau membantah materi eksepsi dari tim PH mengenai keabsahan kepemilikan lahan PT.HMBP, maka hal ini harus menjadi pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan eksepsi dari PH atas nama terdakwa, \u201c kata Bama Adiyanto, SH selaku perwakilan tim anggota PH terdakwa yang mengikuti sidang dari Polres Kotim.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sebab, keabsahan kepemilikan PT. HMBP terhadap jumlah TBS yang dituduhkan terdengar mengada-ada. Sehingga, Koalisi Keadilan untuk Pejuang Agraria dan Lingkungan Desa Penyang pun sepakat dengan pernyataan para PH terkait hal ini.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Parlin Bayu Hutabarat, SH., MH yang adalah anggota koalisi dan juga penasihat hukum terdakwa juga menambahkan bahwa selain tidak memahami konflik, dakwaan JPU juga terdengar kabur. \u201cTanggapan JPU yang alakadarnya menunjukkan bahwa dakwaan JPU ini kabur dan harus dibatalkan,\u201d katanya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Karenanya, Parlin berharap agar Majelis Hakim mengabulkan eksepsi dengan pertimbangan yang adil untuk para terdakwa khususnya dan warga desa Penyang umumnya. Harapannya ini juga sekaligus menjadi harapan seluruh anggota yang tergabung dalam koalisi, karena kasus ini terkesan dipaksakan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Apalagi, jika hal tersebut tidak dibuktikan maka tidak ada dasar PT. HMBP untuk mengklaim TBS seberat 4,33 ton itu sebagai miliknya. Sebab, klaim seperti ini juga bisa dilakukan oleh siapa saja dengan tuduhan pencurian atas suatu barang yang belum tentu miliknya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Koalisi juga mengetahui bahwa persoalan ini sebenarnya merupakan konflik lahan yang belum terselesaikan sejak puluhan tahun silam. Sehingga, tidak salah apabila warga menuntut pengembalian lahan mereka yang berada di luar Hak Guna Usaha (HGU) PT. HMBP seluas 117 hektar tersebut.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya, PT. HMBP melalui M. Wahyu Bima Dhakta selaku Manager Legal dan M. Arif Hidayat NST selaku Supervisor Legal perusahaan pernah membuat pernyataan berisi penyerahkan\/memitrakan lahan kepada warga Penyang. Hal ini \u00a0disaksikan oleh Kepala Desa Penyang, Anggota DPRD Kotim, Kasat Intel Polres Kotim, dan General Maneger PT. HMBP.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Namun, sampai saat ini lahan tersebut belum juga diserahkan dan masih dikuasai oleh PT. HMBP. Sehingga, pernyataan penyerahan itu dapat dianggap sebagai upaya untuk membohongi warga desa penyang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya itu, pernyataan tersebut juga terlihat sebagai upaya untuk menjebak dan mengkriminalisasi warga. Terbukti dengan ditangkapnya Dilik dan Hermanus oleh satpam PT. HMBP bersama oknum anggota Brimob Polda Kalteng, yang kemudian dilaporkan ke Polda Kalteng.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Manambahkan hal di atas, Dimas N. Hartono, Direktur WALHI Kalteng yang juga tergabung dalam koalisi mengganggap bahwa fakta-fakta di lapangan belum tuntas diungkapkan oleh JPU terkait kasus ini. \u201cPihak JPU tidak mengungkapkan fakta lapangan bahwa lahan perusahaan yang saat ini bersengketa dengan warga Desa Penyang merupakan lahan yang diklaim sepihak oleh PT. HMBP dan diluar HGU serta ijin yang diberikan,\u201d katanya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pada akhirnya, kami yang tergabung dalam Koalisi Keadilan untuk Pejuang Agraria dan Lingkungan Desa Penyang masih terus berharap agar Majelis Hakim dapat mengabulkan eksepsi Tim Penasihat Hukum dan membebaskan para terdakwa. Demikian Siaran Pers ini kami sampaikan atas nama keadilan dan kemanusian.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">1. Save Our Borneo<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">2. WALHI Kalimantan Tengah<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">3. JPIC Kalimantan<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">4. Pengurus Wilayah AMAN Kalimantan Tengah<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">5. LBH Palangka Raya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">6. LBH Genta Keadilan<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">7. Progress Kalimatan Tengah<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">8. Elspa<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">9. Solidaritas Perempuan Mamut Menteng<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">10. Lembaga Studi Dayak &#8211; 21<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">11. Retina Institut<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">12. Serikat Perempuan Indonesia\/Seruni Cab.Palangka Raya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">13. Serikat Pekerja Sawit Indonesia\/Sepasi<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">14. JARI Kalimantan Tengah<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">15. Individu<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">16. Lembaga Dayak Panarung<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">17. Dewan Perwakilan Mahasiswa &#8211; Universitas Palangka Raya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">18. Comodo Mapala FEB UPR<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">19. Mapala Adiwiyata FISIP UPR<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">20. Mapala Anak Tingang FMIPA \u2013 Universitas Palangka Raya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">21. BKC GMNI Cabang Palangka Raya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">22. Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Kotawaringin Timur (PC KMHDI KOTIM)<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">1. Eknas WALHI<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">2. Green Peace Indonesia<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">3. Sawit Watch<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">4. Kontras<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">5. ELSAM<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">6. Institute for National and Democracy Studies\/INDIES<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">7. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia\/YLBHI<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">8. Aliansi Reforma Agraria\/AGRA<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">9. Serikat Perempuan Indonesia\/SERUNI<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">10. Pemuda Baru Indonesia\/PEMBARU<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sidang perkara pidana Pejuang Agraria dan Lingkungan Desa Penyang kembali digelar di Pegadilan Negeri Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Tidak bisa membantah eksepsi terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) beralasan hal tersebut telah masuk dalam pokok perkara.\u00a0 Pada hari Senin (20\/04) ini, sidang ketiga untuk Pejuang Agraria dan Lingkungan Desa Penyang atas nama James Watt, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29,42,20,16,35],"tags":[50,37,51,52,53,54,55,56,57,58,59,60,45,46],"class_list":["post-2138","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-criminalization","category-konflik","category-land-grabbing-2","category-palm-oil","category-siaran-pers","tag-borneo","tag-dayak","tag-dilik","tag-hermanus","tag-james-watt","tag-kasus-penyang","tag-konsesi-bermasalah","tag-kotim","tag-kriminalisasi","tag-penyang","tag-pt-hmbp","tag-sampit","tag-save-our-borneo","tag-sawit"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v23.2 (Yoast SEO v27.3) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>JPU Tidak Membantah Eksespi Pejuang Agraria Dan Lingkungan Desa Penyang | Save Our Borneo<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"JPU Tidak Membantah Eksespi Pejuang Agraria Dan Lingkungan Desa Penyang | Save Our Borneo\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sidang perkara pidana Pejuang Agraria dan Lingkungan Desa Penyang kembali digelar di Pegadilan Negeri Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Tidak bisa membantah eksepsi terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) beralasan hal tersebut telah masuk dalam pokok perkara.\u00a0 Pada hari Senin (20\/04) ini, sidang ketiga untuk Pejuang Agraria dan Lingkungan Desa Penyang atas nama James Watt, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Save Our Borneo\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-04-20T12:10:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-16T13:54:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/04\/photo_2020-04-20-21.53.18-1024x760.jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"infomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@sobinfomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@sobinfomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"infomedia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"infomedia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1\"},\"headline\":\"JPU Tidak Membantah Eksespi Pejuang Agraria Dan Lingkungan Desa Penyang\",\"datePublished\":\"2020-04-20T12:10:20+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-16T13:54:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang\\\/\"},\"wordCount\":778,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/04\\\/photo_2020-04-20-21.53.18-1024x760.jpeg\",\"keywords\":[\"borneo\",\"dayak\",\"Dilik\",\"Hermanus\",\"James Watt\",\"kasus Penyang\",\"konsesi bermasalah\",\"kotim\",\"Kriminalisasi\",\"Penyang\",\"PT HMBP\",\"Sampit\",\"Save Our Borneo\",\"Sawit\"],\"articleSection\":[\"Criminalization\",\"Konflik\",\"Land Grabbing\",\"Oil Palm\",\"Siaran Pers\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang\\\/\",\"name\":\"JPU Tidak Membantah Eksespi Pejuang Agraria Dan Lingkungan Desa Penyang | Save Our Borneo\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/04\\\/photo_2020-04-20-21.53.18-1024x760.jpeg\",\"datePublished\":\"2020-04-20T12:10:20+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-16T13:54:16+00:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/04\\\/photo_2020-04-20-21.53.18-1024x760.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/04\\\/photo_2020-04-20-21.53.18-1024x760.jpeg\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/\",\"name\":\"Save Our Borneo\",\"description\":\"People | Forest | Futures\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#organization\",\"name\":\"Save Our Borneo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/Logo-Baru.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/Logo-Baru.png\",\"width\":300,\"height\":250,\"caption\":\"Save Our Borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/SOBinfomedia\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/sobinfomedia\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/save_our_borneo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@SOBINFOMEDIA\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1\",\"name\":\"infomedia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016\",\"caption\":\"infomedia\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"JPU Tidak Membantah Eksespi Pejuang Agraria Dan Lingkungan Desa Penyang | Save Our Borneo","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"JPU Tidak Membantah Eksespi Pejuang Agraria Dan Lingkungan Desa Penyang | Save Our Borneo","og_description":"Sidang perkara pidana Pejuang Agraria dan Lingkungan Desa Penyang kembali digelar di Pegadilan Negeri Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Tidak bisa membantah eksepsi terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) beralasan hal tersebut telah masuk dalam pokok perkara.\u00a0 Pada hari Senin (20\/04) ini, sidang ketiga untuk Pejuang Agraria dan Lingkungan Desa Penyang atas nama James Watt, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang\/","og_site_name":"Save Our Borneo","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia","article_published_time":"2020-04-20T12:10:20+00:00","article_modified_time":"2024-07-16T13:54:16+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/04\/photo_2020-04-20-21.53.18-1024x760.jpeg","type":"","width":"","height":""}],"author":"infomedia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@sobinfomedia","twitter_site":"@sobinfomedia","twitter_misc":{"Written by":"infomedia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang\/"},"author":{"name":"infomedia","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/person\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1"},"headline":"JPU Tidak Membantah Eksespi Pejuang Agraria Dan Lingkungan Desa Penyang","datePublished":"2020-04-20T12:10:20+00:00","dateModified":"2024-07-16T13:54:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang\/"},"wordCount":778,"publisher":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/04\/photo_2020-04-20-21.53.18-1024x760.jpeg","keywords":["borneo","dayak","Dilik","Hermanus","James Watt","kasus Penyang","konsesi bermasalah","kotim","Kriminalisasi","Penyang","PT HMBP","Sampit","Save Our Borneo","Sawit"],"articleSection":["Criminalization","Konflik","Land Grabbing","Oil Palm","Siaran Pers"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang\/","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang\/","name":"JPU Tidak Membantah Eksespi Pejuang Agraria Dan Lingkungan Desa Penyang | Save Our Borneo","isPartOf":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/04\/photo_2020-04-20-21.53.18-1024x760.jpeg","datePublished":"2020-04-20T12:10:20+00:00","dateModified":"2024-07-16T13:54:16+00:00","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/saveourborneo.org\/jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/jpu-tidak-membantah-eksespi-pejuang-agraria-dan-lingkungan-desa-penyang\/#primaryimage","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/04\/photo_2020-04-20-21.53.18-1024x760.jpeg","contentUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/04\/photo_2020-04-20-21.53.18-1024x760.jpeg"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#website","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/","name":"Save Our Borneo","description":"People | Forest | Futures","publisher":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/saveourborneo.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#organization","name":"Save Our Borneo","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2023\/07\/Logo-Baru.png","contentUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2023\/07\/Logo-Baru.png","width":300,"height":250,"caption":"Save Our Borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia","https:\/\/x.com\/sobinfomedia","https:\/\/www.instagram.com\/save_our_borneo\/","https:\/\/www.youtube.com\/@SOBINFOMEDIA"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/person\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1","name":"infomedia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016","contentUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016","caption":"infomedia"},"sameAs":["https:\/\/saveourborneo.org"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2138","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2138"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2138\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8460,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2138\/revisions\/8460"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2138"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2138"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2138"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}