{"id":1762,"date":"2020-01-27T09:32:40","date_gmt":"2020-01-27T09:32:40","guid":{"rendered":"https:\/\/saveourborneo.org\/?p=1762"},"modified":"2024-07-16T13:54:17","modified_gmt":"2024-07-16T13:54:17","slug":"nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa\/","title":{"rendered":"Nekad! Warga Penyang Panen Di Lahan Sengketa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Ratusan warga Desa Penyang, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah memanen buah sawit yang ditanam oleh PT.\u00a0Hamparan Masawit Bangun Persada II. Menurut mereka, lahan yang selama ini digarap perusahaan merupakan lahan warga dan mereka menuntut lahan itu dikembalikan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1764\" aria-describedby=\"caption-attachment-1764\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/01\/Pemuat-Buah-ke-angkutan-scaled.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1764 size-large\" src=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/01\/Pemuat-Buah-ke-angkutan-1024x575.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"575\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1764\" class=\"wp-caption-text\">Kelompok tani Sahai Hapakat \u00a0melakukan bongkar muat hasil panen buah sawit.<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada Rabu (22\/01) lalu untuk ketiga kalinya warga Desa Penyang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan protes dengan memanen massal buah sawit di lahan garapan PT. HMBP II. Pemanenan ini dilakukan warga Penyang yang tergabung dalam kelompok tani Sahai Hapakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Dedi Susanto, warga Penyang,\u00a0tahun 2010\u00a0panitia khusus (pansus) DPRD Kabupaten Kotim mengidentifikasi 117 hektar (ha) lahan yang digarap perusahaan berada di luar Hak Guna Usaha (HGU). \u00a0\u201cKarena itu, warga memanen sawit sebagai bentuk protes, supaya lahan itu dikembalikan,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dedi menambahkan, masyarakat memiliki bukti kuat dalam konflik itu. Salah satunya, PT. HMBP II pernah mengeluarkan surat pernyataan penyerahan lahan kepada warga pada Oktober 2019. Namun, hal itu justru belakangan dibantah oleh perusahaan, bahkan pihak perusahaan terus melakukan pemanenan di areal lahan itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSurat pernyataannya itu ditandatangani langsung oleh Manager Legal, Pak Wahyu Bima Dhakta dan Arif Nasution, Supervisor Legal yang disaksikan oleh Kepala Desa Penyang, anggota DPRD Kotim atas nama Rimbun, Pak Kasat Intel Polres beserta perusahaan juga hadir pada saat penyerahan (surat) itu,\u201d\u00a0ungkap Dedi.<\/p>\n<blockquote>\n<h3 style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #ffffff;\">&#8220;Lahan tersebut memang harus dikembalikan kepada masing-masing warga&#8221;.<\/span><\/h3>\n<h3 style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #ffffff;\">&#8220;Pemerintah dan warga juga harus melaporkan PT. HMBP II atas tindak pidana kehutanan&#8221;.<\/span><\/h3>\n<h3 style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #ffffff;\">&#8220;Evaluasi harus dilakukan terhadap PT. HMBP II beserta <em>Best Group\u00a0<\/em>agar ijinnya segera dicabut&#8221;.<\/span><\/h3>\n<h5 style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #ffffff;\">(Save Our Borneo)<\/span><\/h5>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut <em>Save Our Borneo (SOB)<\/em>, salah satu lembaga yang <em>concern\u00a0<\/em>terhadap isu lingkungan dan hak asasi manusia, jika terbukti perusahaan melakukan pelanggaran lahan tersebut memang harus dikembalikan kepada masing-masing warga. Walaupun, saat ini lahan telah ditanami \u00a0sawit oleh perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">SOB juga menambahkan, pemerintah dan warga juga harus melaporkan PT. HMBP II atas tindak pidana kehutanan. Diduga, dari total luas area yang diusahakannya, ada sekitar 1.726 ha kawasan hutan yang telah digarap dan ditanami sawit tanpa ada ijin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya diluar HGU dan tanpa ijin, sebagian lahan di wilayah tersebut juga ada yang dimiliki (asset) pemerintah daerah (pemda) Kotim. Sehingga, evaluasi harus dilakukan terhadap PT. HMBP II beserta <em>Best Group\u00a0<\/em>agar ijinnya segera dicabut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hinting Pali<\/strong><\/p>\n<figure id=\"attachment_1767\" aria-describedby=\"caption-attachment-1767\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/01\/IMG20200117135552-scaled.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-1767 size-large\" src=\"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2020\/01\/IMG20200117135552-1024x472.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"472\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1767\" class=\"wp-caption-text\">Proses pemasangan <em>Hinting Pali<\/em> yang dilakukan warga Desa Penyang, sebagai bentuk aksi protes. (Doc. Warga Penyang)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa hari sebelum panen massal, pada Jumat (17\/01) warga Penyang melakukan ritual <em>hinting pali<\/em>. Ritual ini yakni menutup akses jalan dengan bambu atau rotan yang terlebih dahulu telah diritualkan oleh mantir atau tokoh adat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cRitual ini seperti memasang <em>police line<\/em>. Tidak akan dibuka, apabila tidak dipertanggung jawabkan,\u201d ungkap James Watt, pendamping warga Penyang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hari itu, seharusnya ratusan warga Penyang memanen buah sawit di lahan sengketa. Namun, rencana tersebut batal karena jalan akses masuk dirusak oleh pihak perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak terima dengan keputusan sepihak perusahaan, akhirnya warga memutuskan untuk memasang <em>hinting<\/em>. Sehingga, baik perusahaan maupun warga sama-sama tidak dapat beraktivitas sampai <em>hinting\u00a0<\/em>tersebut dilepas<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">PT. HMBP II sempat mencoba menghadang warga yang ingin melaksanakan ritual. Mereka dibantu oleh\u00a0Satuan Brimob Polda Kalteng\u00a0dan beberapa anggota TNI. Saat itu, sempat terjadi adu mulut antara anggota TNI dengan warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, melihat hinting pali yang telah terpasang dan adanya desakan dari warga, PT. HMBP II akhirnya meminta agar ritual tersebut dihentikan. \u201cMereka menyanggupi membayar biaya ganti rugi ritual dan memperbaiki jalan yang sebelumnya sengaja mereka rusak,\u201d kata James.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski batal memanen hari itu, tetapi warga berjanji akan kembali melakukan panen massal. \u201cKami akan terus melakukan ini sampai tuntutan kami dikabulkan,\u201d kata Dedi Susanto, salah seorang warga Penyang yang juga ikut dalam ritual.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ratusan warga Desa Penyang, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah memanen buah sawit yang ditanam oleh PT.\u00a0Hamparan Masawit Bangun Persada II. Menurut mereka, lahan yang selama ini digarap perusahaan merupakan lahan warga dan mereka menuntut lahan itu dikembalikan. Pada Rabu (22\/01) lalu untuk ketiga kalinya warga Desa Penyang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan protes [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1763,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29,13,42,20,19,16],"tags":[50,37,51,52,53,54,55,56,57,58,59,60,45,46],"class_list":["post-1762","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-criminalization","category-deforestation","category-konflik","category-land-grabbing-2","category-news","category-palm-oil","tag-borneo","tag-dayak","tag-dilik","tag-hermanus","tag-james-watt","tag-kasus-penyang","tag-konsesi-bermasalah","tag-kotim","tag-kriminalisasi","tag-penyang","tag-pt-hmbp","tag-sampit","tag-save-our-borneo","tag-sawit"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v23.2 (Yoast SEO v27.3) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Nekad! Warga Penyang Panen Di Lahan Sengketa | Save Our Borneo<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Nekad! Warga Penyang Panen Di Lahan Sengketa | Save Our Borneo\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ratusan warga Desa Penyang, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah memanen buah sawit yang ditanam oleh PT.\u00a0Hamparan Masawit Bangun Persada II. Menurut mereka, lahan yang selama ini digarap perusahaan merupakan lahan warga dan mereka menuntut lahan itu dikembalikan. Pada Rabu (22\/01) lalu untuk ketiga kalinya warga Desa Penyang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan protes [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Save Our Borneo\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-01-27T09:32:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-16T13:54:17+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"infomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@sobinfomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@sobinfomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"infomedia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"infomedia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1\"},\"headline\":\"Nekad! Warga Penyang Panen Di Lahan Sengketa\",\"datePublished\":\"2020-01-27T09:32:40+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-16T13:54:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa\\\/\"},\"wordCount\":609,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"keywords\":[\"borneo\",\"dayak\",\"Dilik\",\"Hermanus\",\"James Watt\",\"kasus Penyang\",\"konsesi bermasalah\",\"kotim\",\"Kriminalisasi\",\"Penyang\",\"PT HMBP\",\"Sampit\",\"Save Our Borneo\",\"Sawit\"],\"articleSection\":[\"Criminalization\",\"Deforestation\",\"Konflik\",\"Land Grabbing\",\"News\",\"Oil Palm\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa\\\/\",\"name\":\"Nekad! Warga Penyang Panen Di Lahan Sengketa | Save Our Borneo\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2020-01-27T09:32:40+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-16T13:54:17+00:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa\\\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/\",\"name\":\"Save Our Borneo\",\"description\":\"People | Forest | Futures\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#organization\",\"name\":\"Save Our Borneo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/Logo-Baru.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/Logo-Baru.png\",\"width\":300,\"height\":250,\"caption\":\"Save Our Borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/SOBinfomedia\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/sobinfomedia\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/save_our_borneo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@SOBINFOMEDIA\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1\",\"name\":\"infomedia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016\",\"caption\":\"infomedia\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Nekad! Warga Penyang Panen Di Lahan Sengketa | Save Our Borneo","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Nekad! Warga Penyang Panen Di Lahan Sengketa | Save Our Borneo","og_description":"Ratusan warga Desa Penyang, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah memanen buah sawit yang ditanam oleh PT.\u00a0Hamparan Masawit Bangun Persada II. Menurut mereka, lahan yang selama ini digarap perusahaan merupakan lahan warga dan mereka menuntut lahan itu dikembalikan. Pada Rabu (22\/01) lalu untuk ketiga kalinya warga Desa Penyang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan protes [&hellip;]","og_url":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa\/","og_site_name":"Save Our Borneo","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia","article_published_time":"2020-01-27T09:32:40+00:00","article_modified_time":"2024-07-16T13:54:17+00:00","author":"infomedia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@sobinfomedia","twitter_site":"@sobinfomedia","twitter_misc":{"Written by":"infomedia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa\/"},"author":{"name":"infomedia","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/person\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1"},"headline":"Nekad! Warga Penyang Panen Di Lahan Sengketa","datePublished":"2020-01-27T09:32:40+00:00","dateModified":"2024-07-16T13:54:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa\/"},"wordCount":609,"publisher":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","keywords":["borneo","dayak","Dilik","Hermanus","James Watt","kasus Penyang","konsesi bermasalah","kotim","Kriminalisasi","Penyang","PT HMBP","Sampit","Save Our Borneo","Sawit"],"articleSection":["Criminalization","Deforestation","Konflik","Land Grabbing","News","Oil Palm"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa\/","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa\/","name":"Nekad! Warga Penyang Panen Di Lahan Sengketa | Save Our Borneo","isPartOf":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2020-01-27T09:32:40+00:00","dateModified":"2024-07-16T13:54:17+00:00","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/saveourborneo.org\/nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/nekad-warga-penyang-panen-di-lahan-sengketa\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#website","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/","name":"Save Our Borneo","description":"People | Forest | Futures","publisher":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/saveourborneo.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#organization","name":"Save Our Borneo","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2023\/07\/Logo-Baru.png","contentUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2023\/07\/Logo-Baru.png","width":300,"height":250,"caption":"Save Our Borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia","https:\/\/x.com\/sobinfomedia","https:\/\/www.instagram.com\/save_our_borneo\/","https:\/\/www.youtube.com\/@SOBINFOMEDIA"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/person\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1","name":"infomedia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016","contentUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016","caption":"infomedia"},"sameAs":["https:\/\/saveourborneo.org"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1762","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1762"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1762\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8465,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1762\/revisions\/8465"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1762"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1762"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1762"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}