{"id":1722,"date":"2019-10-28T05:08:19","date_gmt":"2019-10-28T05:08:19","guid":{"rendered":"https:\/\/saveourborneo.org\/?p=1722"},"modified":"2024-07-16T13:54:17","modified_gmt":"2024-07-16T13:54:17","slug":"perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\/","title":{"rendered":"Perusahaan Pembakar Lahan Ijinnya Harus Dicabut"},"content":{"rendered":"<div class=\"large-8 columns pad-top-20\">\n<section>\n<div class=\"article-text clearfix\">\n<figure id=\"attachment_10980746\" class=\"article-figure wp-caption alignnone\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_10980746\">\n<div>\n<div><strong>KARHUTLA<\/strong><\/div>\n<div class=\"article-byline  pad-right-30\"><span class=\"text-bold\">Oleh : DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO<\/span><\/div>\n<div class=\"article-byline  pad-right-30\"><time datetime=\"2019-10-27 17:52:16\">27 Oktober 2019 \u00b7 17:52 WIB<\/time><\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-10980746\" src=\"https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/20191027IDO_Sidang_1572169655-720x540.jpg\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" srcset=\"https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/20191027IDO_Sidang_1572169655-720x540.jpg 720w, https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/20191027IDO_Sidang_1572169655-768x576.jpg 768w, https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/20191027IDO_Sidang_1572169655-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/20191027IDO_Sidang_1572169655.jpg 1200w\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"540\" \/><\/div><figcaption id=\"figcaption_attachment_10980746\" class=\"article-figcaption wp-caption-text\"><span class=\"article-figcaption-credit\">KOMPAS\/DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO<\/span><\/p>\n<p class=\"caption font-12\">Suasana sidang pembacaan putusan gugatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terhadap PT AUS di Pengadilan Negeri Palangkaraya, Rabu (23\/10\/2019).<\/p>\n<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">PALANGKARAYA, KOMPAS \u2013 Denda ganti rugi materiil dinilai belum menyelesaikan masalah kebakaran hutan dan lahan. Pencabutan izin dan merestorasi kembali lahan yang terbakar dinilai mampu memberikan efek jera terhadap konsesi pembakar lahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal itu disampaikan Direktur Save Our Borneo (SOB) Safrudin menanggapi putusan sidang kasus kebakaran hutan dan lahan tahun 2015 pada Rabu (23\/10\/2019) lalu antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan PT\u00a0 Arjuna Utama Sawit (AUS). PT AUS pun didenda Rp 261 miliar karena terbukti lalai dan menyebabkan 970,44 hektar lahan konsesinya terbakar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBencana\u00a0 2015 lalu belum ada satu perusahaan pun yang ijinnya dicabut, meskipun terbakar, dan bencana yang sama terjadi di tahun ini. Tidak ada efek jeranya kalau hanya denda uang,\u201d ungkap Safrudin di Palangkaraya, Minggu (27\/10\/2019).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kasus KLHK dan PT AUS, Safrudin mengungkapkan, selain lahan yang terbakar, perusahaan tersebut beroperasi di wilayah moratorium gambut. Menurut Safrudin, penegakan hukum juga harus melihat celah lainnya.<\/p>\n<blockquote><p>Bencana\u00a0 2015 lalu belum ada satu perusahaan pun yang ijinnya dicabut, meskipun terbakar, dan bencana yang sama terjadi di tahun ini. Tidak ada efek jeranya kalau hanya denda uang, ungkap Safrudin<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cCabut ijinnya lalu restorasi lahan gambut yang sudah rusak di sana, baru ada efek jera. Kalau hanya mendakwa salah satu manajer atau direktur, itu belum memberikan efek jera,\u201d ungkap Safrudin.<\/p>\n<figure id=\"attachment_10642103\" class=\"article-figure wp-caption alignnone\" style=\"text-align: justify;\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_10642103\">\n<div><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-10642103\" src=\"https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/FILE052_1563705677-720x455.jpg\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" srcset=\"https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/FILE052_1563705677-720x455.jpg 720w, https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/FILE052_1563705677-768x486.jpg 768w, https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/FILE052_1563705677-1024x648.jpg 1024w, https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/FILE052_1563705677.jpg 1200w\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"455\" \/><\/div><figcaption id=\"figcaption_attachment_10642103\" class=\"article-figcaption wp-caption-text\"><span class=\"article-figcaption-credit\">SAVE OUR BORNEO<\/span><\/p>\n<p class=\"caption font-12\">Direktur Save Our Borneo (SOB) Safrudin saat sedang melakukan investigasi di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Minggu (9\/12\/2018).<\/p>\n<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari pantauan <em>Kompas<\/em>, di lokasi perkebunan PT AUS yang saat ini sudah ditanami sawit, meski di areal lahan gambut dengan kedalaman sekitar satu hingga dua meter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lokasi perkebunan yang berada di Desa Jahanjang, Kabupaten Katingan, Kalimantan tengah itu berada sekitar 176 kilometer. Saat ini pohon kelapa sawit di lokasi sudah busa dipanen dengan tinggi sekitar satu hingga tiga meter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami memang apresiasi penegakan hukum terkait karhutla, tetapi kalau tidak dicabut ijinnya kebakaran akan terus terjadi di tahun-tahun berikutnya,\u201d ungkap safrudin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Riwayat perkara antara KLHK dan PT AUS dimulai sejak tahun 2018. KLHK resmi menggugat ke Pengadilan Negeri Palangkaraya dengan beberapa tuntutan seperti ganti rugi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tuntutan lain meminta PT AUS untuk tidak menanam di lahan perkebunan yang terbakar, meminta terdakwa untuk mencabut semua pohon kelapa sawit yang sudah terlanjut ditanam, dan ganti rugi senilai Rp 700.000 untuk setiap pohon yang ditanam di wilayah terbakar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada persidangan Rabu lalu, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palangkaraya Kurnia Yani Darmono mengungkapkan, pihaknya mengabulkan gugatan KLHK. PT AUS juga diminta untuk memulihkan lingkungan yang terbakar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum,\u201d ujar Kurnia di sela-sela sidang.<\/p>\n<figure id=\"attachment_10980747\" class=\"article-figure wp-caption alignnone\" style=\"text-align: justify;\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_10980747\">\n<div><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-10980747\" src=\"https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/20191027IDO_Gambut-2_1572169419-720x405.png\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" srcset=\"https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/20191027IDO_Gambut-2_1572169419-720x405.png 720w, https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/20191027IDO_Gambut-2_1572169419-768x432.png 768w, https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/20191027IDO_Gambut-2_1572169419-1024x576.png 1024w, https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/20191027IDO_Gambut-2_1572169419.png 1200w\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"405\" \/><\/div><figcaption id=\"figcaption_attachment_10980747\" class=\"article-figcaption wp-caption-text\"><span class=\"article-figcaption-credit\">KOMPAS\/DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO<\/span><\/p>\n<p class=\"caption font-12\">Pintu masuk perkebunan PT AUS di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Sabtu (26\/10\/2019).<\/p>\n<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Memberatkan klien<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seusai sidang, kuasa hukum PT AUS Armand Hasim dari kantor pengacara Daud Silalahi dan <em>Lawencon Associates <\/em>langsung mengajukan banding. Mereka tidak menerima keputusan hakim yang memberatkan kliennya PT AUS.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPutusan yang diberikan tidak mempertimbangkan fakta-fakta juga bukti-bukti yang kami ajukan,\u201d ungkap Armand.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Arman, pihaknya sudah menyajikan fakta-fakta dan saksi-saksi yang menguatkan bahwa kebakaran bukan berasal dari wilayah konsesi tetapi fari luar yang kemudian merambat. Hal itu terjadi karena tahun 2015 terjadi kemarau panjang ditambah fenomena El Nino.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSetelah itu (kebakaran) itu langsung (tanam) kok, jadi langsung difungsikan kembali. Kondisi saat ini sawit sudah tumbuh dan tanah sudah kembal normal,\u201d ungkap Armand.<\/p>\n<figure id=\"attachment_10980748\" class=\"article-figure wp-caption alignnone\" style=\"text-align: justify;\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_10980748\">\n<div><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-10980748\" src=\"https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/e4738561-d269-448d-bd8f-28a7b84524c9_jpg-720x405.jpg\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" srcset=\"https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/e4738561-d269-448d-bd8f-28a7b84524c9_jpg-720x405.jpg 720w, https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/e4738561-d269-448d-bd8f-28a7b84524c9_jpg-768x432.jpg 768w, https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/e4738561-d269-448d-bd8f-28a7b84524c9_jpg-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/e4738561-d269-448d-bd8f-28a7b84524c9_jpg.jpg 1200w\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"405\" \/><\/div><figcaption id=\"figcaption_attachment_10980748\" class=\"article-figcaption wp-caption-text\"><span class=\"article-figcaption-credit\">KOMPAS\/DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO<\/span><\/p>\n<p class=\"caption font-12\">Salah satu anggota Tim Terpadu Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah sedang mencoba memadamkan api gambut yang terbakar selama hampir dua bulan, di Kelurahan Sabaru, Kota Palangkaraya, Kalteng, Rabu (23\/10\/2019).<\/p>\n<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia mengungkapkan kalau tak ada unsur kelalaian dalam peristiwa kebakaran saat itu. Cuaca memperburuk keadaan sehingga api meluas dan membesar lalu masuk ke wilayah perkebunan perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIjin yang diberikan pemerintah <em>kan<\/em> kebun, jadi sudah difungsikan kembali. Tanahnya sudah normal dan itu dibuktikan oleh hasil laboratorium,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Direktur Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup KLHK Jasmin Ragil Utomo mengungkapkan, pihaknya menyambut baik putusan hakim terhadap gugatan tersebut. Menurutnya keputusan hakim merupakan bentuk keberpihakan terhadap kelestarian lingkungan hidup.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami apresiasi ya, vonis itu memperkuat upaya kami untuk menegakkan hukum lingkungan hidup,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tahun 2019, KLHK sudah menyegel 80 lahan milik perusahaan di Indonesia karena terbakar. Di Kalteng, terdapat sembilan korporasi yang lahannya disegel dan dua diantaranya sudah ditetapkan tersangka.<\/p>\n<figure id=\"attachment_10980749\" class=\"article-figure wp-caption alignnone\" style=\"text-align: justify;\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_10980749\">\n<div><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-10980749\" src=\"https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/20191027IDO_Gambut-3_1572169435-720x405.png\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" srcset=\"https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/20191027IDO_Gambut-3_1572169435-720x405.png 720w, https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/20191027IDO_Gambut-3_1572169435-768x432.png 768w, https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/20191027IDO_Gambut-3_1572169435-1024x576.png 1024w, https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/20191027IDO_Gambut-3_1572169435.png 1200w\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"405\" \/><\/div><figcaption id=\"figcaption_attachment_10980749\" class=\"article-figcaption wp-caption-text\"><span class=\"article-figcaption-credit\">KOMPAS\/DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO<\/span><\/p>\n<p class=\"caption font-12\">Lokasi PT AUS di Desa Jahanjang, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, yang merupakan lahan gambut, Sabtu (26\/10\/2019).<\/p>\n<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedangkan dari data Polda Kalteng, kasus pembakaran hutan dan lahan di tahun 2019 mencapai lebih kurang 136 kasus dengan jumlah tersangka 67 orang dan masih akan terus bertambah. Dari 67 orang itu, satu di antaranya merupakan tersangka yang berasal dari korporasi, sedangkan sisanya merupakan pembakar lahan yang sebagian besar adalah peladang berpindah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Safrudin, kebakaran yang terjadi di lahan konsesi pada tahun 2019 secara tidak langsung merupakan efek dari penegakan hukum yang lemah. \u201cTahun-tahun berikutnya akan begini terus,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Editor <span class=\"text-uppercase\"><strong>AGNES SWETTA PANDIA<\/strong><\/span><\/p>\n<\/div>\n<\/section>\n<\/div>\n<div class=\"large-4 columns pad-top-20\">\n<div class=\"pad-bottom-20\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"small-12 columns\" style=\"text-align: justify;\">Sumber :\u00a0<a href=\"https:\/\/kompas.id\/baca\/utama\/2019\/10\/27\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\/\">https:\/\/kompas.id\/baca\/utama\/2019\/10\/27\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\/<\/a><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KARHUTLA Oleh : DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO 27 Oktober 2019 \u00b7 17:52 WIB KOMPAS\/DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO Suasana sidang pembacaan putusan gugatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terhadap PT AUS di Pengadilan Negeri Palangkaraya, Rabu (23\/10\/2019). PALANGKARAYA, KOMPAS \u2013 Denda ganti rugi materiil dinilai belum menyelesaikan masalah kebakaran hutan dan lahan. Pencabutan izin dan merestorasi kembali lahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"class_list":["post-1722","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v23.2 (Yoast SEO v27.3) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Perusahaan Pembakar Lahan Ijinnya Harus Dicabut | Save Our Borneo<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perusahaan Pembakar Lahan Ijinnya Harus Dicabut | Save Our Borneo\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"KARHUTLA Oleh : DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO 27 Oktober 2019 \u00b7 17:52 WIB KOMPAS\/DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO Suasana sidang pembacaan putusan gugatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terhadap PT AUS di Pengadilan Negeri Palangkaraya, Rabu (23\/10\/2019). PALANGKARAYA, KOMPAS \u2013 Denda ganti rugi materiil dinilai belum menyelesaikan masalah kebakaran hutan dan lahan. Pencabutan izin dan merestorasi kembali lahan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Save Our Borneo\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-10-28T05:08:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-16T13:54:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/20191027IDO_Sidang_1572169655-720x540.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"infomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@sobinfomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@sobinfomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"infomedia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"infomedia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1\"},\"headline\":\"Perusahaan Pembakar Lahan Ijinnya Harus Dicabut\",\"datePublished\":\"2019-10-28T05:08:19+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-16T13:54:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\\\/\"},\"wordCount\":800,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/10\\\/20191027IDO_Sidang_1572169655-720x540.jpg\",\"articleSection\":[\"ARTIKEL\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\\\/\",\"name\":\"Perusahaan Pembakar Lahan Ijinnya Harus Dicabut | Save Our Borneo\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/10\\\/20191027IDO_Sidang_1572169655-720x540.jpg\",\"datePublished\":\"2019-10-28T05:08:19+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-16T13:54:17+00:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/10\\\/20191027IDO_Sidang_1572169655-720x540.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/10\\\/20191027IDO_Sidang_1572169655-720x540.jpg\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/\",\"name\":\"Save Our Borneo\",\"description\":\"People | Forest | Futures\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#organization\",\"name\":\"Save Our Borneo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/Logo-Baru.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/Logo-Baru.png\",\"width\":300,\"height\":250,\"caption\":\"Save Our Borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/SOBinfomedia\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/sobinfomedia\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/save_our_borneo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@SOBINFOMEDIA\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1\",\"name\":\"infomedia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016\",\"url\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016\",\"caption\":\"infomedia\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/saveourborneo.org\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perusahaan Pembakar Lahan Ijinnya Harus Dicabut | Save Our Borneo","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perusahaan Pembakar Lahan Ijinnya Harus Dicabut | Save Our Borneo","og_description":"KARHUTLA Oleh : DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO 27 Oktober 2019 \u00b7 17:52 WIB KOMPAS\/DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO Suasana sidang pembacaan putusan gugatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terhadap PT AUS di Pengadilan Negeri Palangkaraya, Rabu (23\/10\/2019). PALANGKARAYA, KOMPAS \u2013 Denda ganti rugi materiil dinilai belum menyelesaikan masalah kebakaran hutan dan lahan. Pencabutan izin dan merestorasi kembali lahan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\/","og_site_name":"Save Our Borneo","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia","article_published_time":"2019-10-28T05:08:19+00:00","article_modified_time":"2024-07-16T13:54:17+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/20191027IDO_Sidang_1572169655-720x540.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"infomedia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@sobinfomedia","twitter_site":"@sobinfomedia","twitter_misc":{"Written by":"infomedia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\/"},"author":{"name":"infomedia","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/person\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1"},"headline":"Perusahaan Pembakar Lahan Ijinnya Harus Dicabut","datePublished":"2019-10-28T05:08:19+00:00","dateModified":"2024-07-16T13:54:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\/"},"wordCount":800,"publisher":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/20191027IDO_Sidang_1572169655-720x540.jpg","articleSection":["ARTIKEL"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\/","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\/","name":"Perusahaan Pembakar Lahan Ijinnya Harus Dicabut | Save Our Borneo","isPartOf":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/20191027IDO_Sidang_1572169655-720x540.jpg","datePublished":"2019-10-28T05:08:19+00:00","dateModified":"2024-07-16T13:54:17+00:00","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/saveourborneo.org\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/perusahaan-pembakar-lahan-ijinnya-harus-dicabut\/#primaryimage","url":"https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/20191027IDO_Sidang_1572169655-720x540.jpg","contentUrl":"https:\/\/images-akamai-kompas-id.azureedge.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/20191027IDO_Sidang_1572169655-720x540.jpg"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#website","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/","name":"Save Our Borneo","description":"People | Forest | Futures","publisher":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/saveourborneo.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#organization","name":"Save Our Borneo","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2023\/07\/Logo-Baru.png","contentUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/liqason\/2023\/07\/Logo-Baru.png","width":300,"height":250,"caption":"Save Our Borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia","https:\/\/x.com\/sobinfomedia","https:\/\/www.instagram.com\/save_our_borneo\/","https:\/\/www.youtube.com\/@SOBINFOMEDIA"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/#\/schema\/person\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1","name":"infomedia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016","url":"https:\/\/saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016","contentUrl":"https:\/\/saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776149016","caption":"infomedia"},"sameAs":["https:\/\/saveourborneo.org"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1722","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1722"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1722\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8469,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1722\/revisions\/8469"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1722"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1722"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1722"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}