TENTANG KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN, PRESIDEN KALAH LAGI!!!

Pengadilan Tinggi Kuatkan Putusan Pengadilan Negeri Palangka Raya

 

[Saveourborneo 19/10/2017]. Pasca kebakaran hutan, lahan dan gambut yang sporadis terjadi pada tahun 2015 yang lalu, dimana menimbulkan banyak kerugian dari sisi ekonomi, pendidikan maupun kesehatan bahkan sampai adanya korban jiwa, maka beberapa orang warga Negara pada saat itu [Penggugat adalah Arie Rompas, Afandi, Herlina, Kartika Sari, Faturohman, Mariaty A. Niun dan Nordin (alm)] mengajukan gugatan kepada pemerintah di Pengadilan Negeri Palangka Raya.

Gugatan ditujukan kepada Presiden, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Pertanian, Menteri Agraria dan Tata Ruang. Selain itu juga Menteri Kesehatan, Gubernur Kalimantan Tengah dan DPRD Kalimantan Tengah. Mereka digugat karena lalai dalam penanggulangan bencana asap pada saat itu. Continue reading

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Save Our Borneo Kehilangan Seorang Tokoh Inspiratif dan Pengayom

 

 

Segenap staff/keluarga/murid/junior Almarhum Nordin (direktur eksekutif) Save Our Borneo merasakan duka yang mendalam atas kepergiannya untuk selama-lamanya. Bagaimana tidak, sebelum kepergian almarhum pada hari minggu tanggal 25 juni 2017 pukul 01.45 WIB di rumah sakit Ansari Saleh, Banjarmasin – Kalimantan Selatan tidak ada suatu firasat atau keganjilan yang menjadi tanda bahwa Nordin akan meninggalkan kami untuk selama-lamanya.

Beberapa hari sebelum kepergian Nordin, tepatnya hari rabu 21 juni 2017 Continue reading

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Kontra-Restorasi

Salah satu indikator keberhasilan atau kegagalan regim pemerintah saat ini adalah restorasi gambut. Jangan sampai hanya berharap dari kemurahan alam yg boros menurunkan hujan, sehingga tidak ada asap serius sepert pada tahun 2015. Apa saran anda untuk mensukseskan restorasi gambut ??

Photo memperlihatkan bagaimana kawasan gambut digali kembali oleh proyek [PUTR] pemerintah daerah Kabupaten Pulang Pisau. Seharusnya dalam kerangka restorasi maka justru harus ditutup kanal-kanal, handel, tatah yang membelah kawasan gambut dan bersipat dapat mengeluarkan air dari kawasan, dimana dapat menimbulkan kekeringan yg memudahkan terjadinya kebakaran. Ini pemerintah daerah Pulang Pisau Kalteng serius apa nggak sih restorasinya.

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Konflik Agraria di Kalimantan Tengah (sebuah catatan-1)

Save Our Borneo mencatat hampir di semua wilayah di Kalimantan Tengah terjadi konflik antara masyarakat dan perusahaan lebih dari 127 konflik diperkebunan terjadi, dimana pemerintah menjadi penengah dan penonton, aparat kepolisian yang menjadi aktor bagian dari kriminalisasi warga. Konflik yang terjadi didominasi konflik sengketa lahan, ganti rugi,lahan plasma, wilayah adat, pencemaran sungai. Continue reading

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather